Breaking News:

5 Fakta Video Viral Polisi Berjoget Diiringi Musik Dangdut di Tulungagung dan Pasuruan

Video viral polisi yang berjoget diiringi musik dangdut menghebohkan media sosial. Adegan dalam video viral itu terjadi di Pasuruan dan Tulungagung.

Editor: Zainuddin
Facebook.com
Video viral polisi berjoget diiringi musik dangdut di Pasuruan dan Tulungagung. 

Selama acara itu, hanya lima lagu yang dinyanyikan tamu yang hadir, dengan dua penyanyi.

AKP Siswanto juga menyumbangkan suara.

"Setelah pukul 12.00 WIB, semuanya bubar. Jadi acaranya hanya satu jam, dan acaranya sangat sederhana," ucap Su’ad.

Lanjut Su’ad, sebenarnya semua undangan mematuhi protokol kesehatan.

Selain dalam jumlah terbatas, semuanya juga mengenakan masker.

Namun saat menyanyi itu, memang ada yang membuka masker.

“Saya juga kaget, kok tiba-tiba sekarang jadi viral? Padahal itu sudah dua bulan lalu," ungkap Su’ad.

Su’ad mengaku tidak tahu pasti orang yang merekam video tersebut.

Su'ad menduga video itu diambil dari tempat pemain musik.

Setelah video viral ini beredar, Propam Polda Jatim turun ke Mapolsek Gondang, dan memeriksa sejumlah orang diperiksa, termasuk pemain musik.

4. Penjelasan Wakapolres Tulungagung

Propam Polda Jatim memeriksa sebanyak 20 orang diperiksa terkait video viral dangdutan di Mapolsek Gondang.

"Semua yang terlibat dalam video itu diperiksa di Propam Polda. Tinggal delapan orang yang masih di Polda," terang Kompol Yoghi Hadisetiawan, Wakapolres Tulungagung.

Kapolsek Gondang yang lama dan kapolsek Gondang yang baru termasuk dua dari 20 orang yang diperiksa.

Begitu pula para kepala desa yang ada di lokasi, penyelenggara, sampai para pemusik.

Menurut Yoghi, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Propam Polda Jatim.

"Kami masih menunggu sidang disiplin di Polda. Mereka masih bertugas seperti biasa," sambungnya.

Yoghi mengungkapkan acara tersebut bukan diselenggarakan oleh Kapolsek.

Ada pihak lain yang memesan orkes dan penyayi, untuk memberikan kejutan bagi Kapolsek baru dan Kapolsek lama.

Namun Yoghi menyayangkan acara itu dilakukan di tengah situasi pandemi virus corona.

"Sebenarnya kami sudah mengeluarkan larangan (kegiatan yang melanggar protokol kesehatan). Mestinya Kapolsek menolak acara seperti itu," tegas Yoghi.

Yoghi mengaku belum mengambil tindakan terkait pengunggah video dangdutan itu.

Menurutnya, pihaknya baru memutuskan jika sudah ada keputusan dari Polda Jatim.

Sementara anggota yang terlibat dalam video itu kemungkinan akan dijerat sanksi ganda.

Pertama, ada Inpres yang mengatur protokol kesehatan.

Jika warga didenda karena melanggar protokol kesehatan, anggota yang terlibat juga akan didenda.

"Selain itu mereka juga akan disidang karena pelanggaran disiplin," terang Yoghi.

5. Penjelasan Polda Jatim

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pihaknya masih mendalami video viral di Pasuruan dan Tulungagung tersebut.

Trunoyudo memastikan pihaknya menerapkan aturan yang berlaku.

"Kami juga menerapkan aturan, baik terkait kedisiplinan maupun sesuai perda yang berlaku di masing-masing daerah," kata Trunoyudo.

Trunoyudo memastikan akan mendisiplinkan oknum yang melanggar protokol kesehatan.

Polda Jatim akan menegakkan kedisiplinan bagi polisi yang tidak mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

"Kapolda sudah memerintahkan fungsi pengawas, termasuk penekanan kembali pada fungsi Propam, yaitu mengawasi dan menenegakkan disiplin di internal agar patuh protokol kesehatan," lanjutnya.(David Yohanes, Galih Lintartika, Syamsul Arifin)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved