Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

101 Pengembang Perumahan di Kota Batu akan Berurusan dengan KPK Jika Tak Segera Serahkan Ini

Sebanyak 101 pengembang properti belum menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) ke Pemkot Batu

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
Ist
Ilustrasi - Perumahan 

SURYAMALANG.COM | BATU - Sebanyak 101 pengembang properti di Kota Batu belum menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) ke Pemkot Batu. Padahal, kewajiban pengembang properti untuk menyerahkan PSU telah diatur dalam Perda Kota Batu Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyediaan, Penyerahan, dan Pengelolaan PSU.

Jumlah tersebut terbilang banyak karena dari 110 pengembang properti di Kota Batu, hanya 9 saja yang telah menyerahkan. PSU wajib disediakan oleh pengembang dengan luas 30 hingga 40 persen dari areal yang dikembangkan.

Selanjutnya diserahkan ke Pemda setempat agar bisa dikelola secara berkelanjutan. Dari sembilan pengembang tersebut, tercatat nilai aset Rp 198.150.590.340, dengan luasan yang diserahkan seluas 83.766,04 meter persegi.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, saat berkunjung ke Kota Batu, menegaskan wajib hukumnya bagi pengembang perumahan untuk menyediakan dan menyerahkan fasos dan fasum ke Pemda.

Bagi yang belum menyerahkan, diingatkan untuk segera dilimpahkan ke Pemda.

Tanpa adanya penyerahan fasos dan fasum kepada Pemda, maka ada indikasi tindak pidana korupsi karena sama saja dianggap menguasai aset publik yang seharusnya dikelola Pemda.

Penyediaan PSU ini juga untuk menambah ketersedian ruang terbuka hijau (RTH).

"Harus diserahkan, kalau tidak akan terjerat perkara Tipikor karena menyalahgunakan aset pemerintah dan masyarakat," kata dia.

Melalui Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah), KPK melakukan pengawasan terhadap PSU kawasan perumahan.

Dikatakan Lili, Korsupgah dan koordinator wilayah secara terus menerus melakukan pengawasan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved