Berita Banyuwangi Hari ini

Pengusaha Ikan Hias Ikan Koi di Banyuwangi Alami Kenaikan Omzet 25 Persen Meski di Masa Pandemi

usaha ikan hias jenis ikan koi di Banyuwangi mengalami peningkatan omzet meski di masa pandemi

Penulis: Haorrahman | Editor: isy
Pemkab Banyuwangi
Iwan Setiawan pemilik usaha ikan Koi di Desa Jambewangi, Sempu, Banyuwangi, saat bertemu dengan Bupati Abdullah Azwar Anas, Kamis (8/10/2020). 

SURYAMALANG.COM | BANYUWANGI - Ada sejumlah bidang usaha yang mengalami peningkatan omzet di masa pandemi di Banyuwangi. Dari beberapa usaha itu, salah satunya usaha ikan hias jenis ikan koi.

Hal itu disampaikan oleh Iwan Setiawan pemilik usaha ikan Koi di Desa Jambewangi, Sempu, saat bertemu dengan Bupati Abdullah Azwar Anas, Kamis (8/10/2020). Iwan menuturkan jika di masa pandemi ini omzet usahanya justru meningkat hingga 25 persen dibandingkan pada situasi normal.

“Alhamdulillah, usaha kami termasuk yang tidak mengalami dampak penurunan akibat pandemi Covid-19. Justru permintaan terhadap ikan-ikan koi kami meningkat baik untuk ukuran kecil hingga yang sudah besar. Kenaikannya sampai 25 persen dari omzet normal,” ujar Iwan.

Iwan mengatakan, permintaan terhadap ikan hias koi miliknya, datang dari Banyuwangi dan sejumlah daerah sekitar, seperti Jember, Situbondo, Bondowoso dan Bali.

Bahkan, lanjutnya, di bulan Oktober ini juga ada permintaan dari Pontianak.

“Namun pembeli yang terbanyak dari Banyuwangi dan Bali. Hampir setiap hari ada yang datang baik untuk kulakan atau pembeli eceran. Sebenarnya kami juga ada permintaan dari luar negeri seperti Thailand, India, Amerika, namun kami masih terkendala masalah pengiriman, karena masih belum tahu caranya,” ujarnya.

Terkait kenaikan omzet, menurut Iwan kemungkinan terjadi karena banyak orang yang lebih banyak melakukan aktivitas di rumah selama masa pandemi ini.

Sebagian orang pun mengisi waktunya di rumahnya dengan menyalurkan hobi masing-masing.

“Termasuk hobi memelihara ikan koi ini. Jadi masa pandemi justru memberikan dampak yang positif bagi usaha kami ini. Kalau omzet kami di masa normal sebulan rata-rata Rp 50 juta, sekarang lebih dari itu,” sebutnya.

Peningkatan omzet usaha tersebut, tidak hanya bermanfaat bagi Iwan, tapi juga dirasakan oleh para petani yang bermitra dengannya.

Saat ini ada sebanyak 50 petani yang terlibat di usaha yang dijalankannya.

“Saya bermitra dengan petani untuk pembesaran ikan. Petani itu memang memiliki kolam pembesaran sendiri. Dengan menjadi mitra saya, petani mendapatkan tambahan penghasilan selain menanam padi,” ujar Iwan.

Iwan menjelaskan, para petani yang menjadi mitranya terbagi atas dua jenis, yakni yang membesarkan bibit (nener/benur) hingga usia 1 bulan dan ada yang melakukan pembesaran dari usia satu bulan hingga usia 3,6 dan satu tahun.

“Untuk yang pembesaran bibit hingga satu bulan, bibitnya gratis ambil di saya, nanti setelah satu bulan saya beli kembali dengan harga per ekor Rp 1.000. Setiap petani biasanya sampai ribuan ikan. Kalau yang untuk pembesaran, petani beli ikan yang usia satu bulan di saya, nanti setelah 3 atau 6 bulan atau satu tahun dijual lagi ke saya dengan harga 25 ribu-40 ribu perekor,” ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved