Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Polda Jatim Tetapkan 14 Tersangka Kerusuhan Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya, 620 Orang Dibebaskan

Polda Jatim Tetapkan 14 Tersangka Kerusuhan Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya, 620 Orang Dibebaskan

SURYAMALANG.COM/Syamsul Arifin
Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran resmi membebaskan seluruh pendemo yang ditahan di Polda Jatim, Jumat (9/10/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dari jumlah 634 pendemo yang ditangkap di Polda Jatim, 14 di antaranya diproses hukum.

Sebab, ke-14 pendemo ini terbukti melakukan tindak pidana pengerusakan sehingga ditetapkan menjadi tersangka.

Sementara 620 pendemo yang mayoritas pelajar tersebut diserahkan kepada orang tuanya masing-masing alias dibebaskan.

Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran menuturkan bahwa pihaknya mempersilakan siapa saja untuk menyampaikan aspirasi.

Namun, polisi tidak bisa mentolerir siapapun yang melakukan tindakan anarki hingga merusak sejumlah fasilitas umum.

BREAKING NEWS - Polda Jatim Bebaskan Pendemo yang Tertangkap dalam Kerusuhan Tolak Omnibus Law

"Saya hanya ingin mengedukasi, saya ingin mengedukasi adik-adik saya pelajar, mahasiswa dan teman-teman saya saudara saya buruh, silakan menyampaikan aspirasi, pendapat, kami polisi akan mengawal."

"Tapi saya tidak akan mentoleransi siapapun yang melakukan tindakan anarkis. Membakar fasilitas umum, merusak kendaraan-kendaraan milik Polri maupun milik masyarakat," terangnya.

Tak hanya itu, Fadil meyakini jika pelaku pengrusakan bukan lah pelajar, mahasiswa hingga buruh yang memiliki niat menyampaikan aspirasinya.

Namun, Fadil menyebut ada pihak-pihak yang sengaja menyusup dan memprovokasi massa untuk ricuh.

"Saya yakin yang melakukan itu bukan mahasiswa, bukan pelajar, bukan buruh. Tapi mereka yang memang niatnya ingin melakukan pengrusakan. Saya sangat sayang dengan Kota Surabaya, dengan Jatim. Saya kira kita semua tidak ingin Kota Surabaya yang indah ini dirusak orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tambah Fadil.

"Kita minta dukungan juga, bagi mereka yang anarkis akan kita proses. Ini sebagai bentuk pembelajaran supaya lain kali kalau mereka melakukan hal yang sama, ini menjadi pelajaran, mereka bukan pelajar, tapi mereka yang sengaja datang melakukan pengrusakan," lanjutnya.

Selain itu, Fadil menyampaikan dipulangkannya 620 orang ini untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Fadil menambahkan pihaknya juga telah melakukan rapid test bagi para demonstran yang diamankan. Jika rapid testnya positif, mereka langsung diswab.

"Saya pulangkan ini untuk mencegah supaya jangan sampai ada klaster Covid-19. Jatim sudah masuk zona oranye dan kuning, artinya kita sudah keluar dari zona merah. Jangan sampai Jatim kita buat zona merah, supaya kita bisa cari makan, kita bisa bergerak, kuliah lagi, belajar dengan baik," ungkapnya.

Alasan Penetapan Tersangka

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko enggan menuturkan status atau peran 14 pendemo yang ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Terhadap 14 orang kita ditetapkan menjadi tersangka yang kemudian kita lakukan penahanan terkait Pasal 170 atau Pengrusakan Secara Bersama-sama," ujar Trunoyudo di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (9/10/2020).

Truno menyatakan, pihaknya hanya melihat yang bersangkutan melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum.

Trunoyudo menegaskan, kesemua yang ditetapkan tersangka tersebut, telah memenuhi alat bukti.

"Latar belakangnya kita tidak melihat dari status sosialnya, tetapi lebih pada esensi cukup bukti bahwasannya yang bersangkutan merupakan pelaku pengrusakan," jelasnya.

Truno meyakinkan, pihaknya akan melakukan penyidikan terhadap para tersangka secara prosedural dan profesional.

Dia menjabarkan, dari 634 yang diamankan di Malang sebanyak 129 orang. Adapun yang diamankan di Surabaya sebanyak 505 orang.

Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved