Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Saat Pandemi, 30 Persen Warga Kota Malang Manfaatkan Sistem Belanja Online di Pasar Tradisional

Sekitar 30 Persen warga Kota Malang memanfaatkan sistem belanja online di pasar tradisional

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, Wahyu Setianto 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sekitar 30 Persen warga Kota Malang memanfaatkan sistem belanja online di pasar tradisional

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan banyak masyarakat yang memanfaatkan sistem belanja online di pasar tradisional selama pandemi.

Namun, juga masih banyak masyarakat yang masih belanja offline dengan mendatangi langsung pasar tradisional.

"Sejauh ini sekitar 30 persen masyarakat yang memanfaatkan belanja online di Pasar Rakyat," ucap Wahyu kepada SURYAMALANG.COM.

Wahyu mengimbau masyarakat memanfaatkan sistem online tersebut untuk mengurangi kerumunan di pasar tradisional dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Malang.

"Imbauan demi imbauan terus kami lakukan secara masif. Termasuk juga memberikan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat. Seperti membuat banner dan lain sebagainya,"

"Tapi tidak bisa dipungkiri, bahwa masih banyak warga yang memilih belanja langsung ke pasar ketimbang belanja melalui online," ucapnya.

Saat ini ada sekitar 10 pasar tradisional dari 28 pasar tradisional di Kota Malang yang telah menerapkan penjualan secara online.

10 pasar tersebut yaitu, Pasar Oro-oro Dowo, Pasar Bunulrejo, Pasar Klojen, Pasar Tawangmangu, Pasar Mergan, Pasar Dinoyo Pasar Madyopuro, Pasar Sawojajar, Pasar Kedungkandang, dan Pasar Sukun,

"Pelan tapi pasti, kami berupaya seluruh pasar bisa memiliki sistem belanja online," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, bahwa pertumbuhan transaksi online di Kota Malang sangat signifikan

Terutama di makanan siap saji, yang diharapkan dapat ditangkap pedagang yang berjualan di pasar tradisional.

"Memang belanja online di saat pandemi ini cukup berkembang pesat. Itu yang harus kita tingkatkan," ucapnya.

Dia menambahkan, bahwa sebelum ada Covid-19, Pemkot Kota Malang telah merancang Pasar Rakyat Online sebagai implementasi Malang 4.0 yang ada di dalam the future of Malang.

"Sebelum pandemi kan sudah ada. Kini tinggal kita tingkatkan saja agar bisa berjalan secara optimal," tandasnya

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved