Berita Batu Hari Ini

Smart City Kota Batu untuk Smart Government pada 2021

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu mulai mengarahkan program smart city

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Suasana dialog program Smart City bersama antara Diskominfo dan DPRD Batu di Balaikota Among Tani, Senin (12/10/2020). 

SURYAMALANG.COM | BATU - Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu mulai mengarahkan program smart city untuk mewujudkan smart government. Sebelumnya, aplikasi smartcity yang dikelola Diskominfo Kota Batu mengarah pada branding Kota Batu sebagai kota wisata.

Smart government bermuara pada sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dalam menyusun renstra dan renja di setiap OPD. Basis data yang disusun secara parsial di tiap-tiap OPD perlu diintegrasikan melalui wadah smart government.

Terlebih Kota Batu, salah satu daerah yang dicanangkan sebagai 10 wilayah metropolitan cerdas di Indonesia berbasis digital seperti yang dituangkan dalam RPJMN 2020. Gagasan smart goverment itu disampaikan Diskominfo Kota Batu saat kunjungan kerja Komisi C DPRD Kota Batu pada Senin (12/10/2020).

Smart government diharapkan bisa diwujudkan pada 2021 nanti.

Perlu ada kolaborasi antar dinas untuk mewujudkan tujuan.

Kadiskomino Kota Batu, Agoes Mahmoedi menjelaskan bahwa dari 32 OPD hanya 15 OPD yang memanfaatkan aplikasi di Smartcity.

"Beberapa di antaranya yang belum seperti Dispendukcapil, Dinkes, DPUPR, dan lain-lain,” tuturnya.

Disinggung terkait alasan beberapa OPD yang belum memanfaatkan Smartcity, Agus membeberkan bahwa ada beberapa instansi yang datanya belum siap.

“Ada yang belum tertata, belum di update, dan lain sebagainya. Semoga kedepannya bisa segera berkoordinasi dengan baik karena data-data itu nantinya akan diletakkan di aplikasi induk yakni aplikasi satu data Indonesia,” tandasnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Machmud mengatakan, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana progres aplikasi yang menelan anggaran senilai Rp 10 miliar, sejak dilaunching pada 2017 silam.

Untuk mewujudkan itu, perlu anggaran, apalagi di tahun 2021 mendatang, Diskominfo akan dilebur dengan Bagian Humas. Sehingga akan diperlukan anggaran yang meningkat.

Katanya, smart government ini untuk menyempurnakan tata kelola pemerintahan, termasuk penyajian sistem informasi anggaran daerah (SIPD) yang dimasukkan dalam aplikasi tersebut.

"Ada yang sudah mengajukan tapi ada yang nggak memanfaatkan aplikasi. Kalau nggak dimanfaatkan maka smart government nggak jalan," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Batu itu.

Ia mencontohkan, pemanfaatan yang efektif dari smart city seperti berkolaborasi dengan Disparta menyajikan informasi pariwisata mulai dari destinasi wisata, penginapan dan sarana penunjang yang dibutuhkan pengunjung.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved