Breaking News:

Berita Tulungagung Hari Ini

Ditolak Warga Sekitar, Pengusaha Sedot WC Tulungagung Mengeluh Tak Bisa Buang Lumpur Tinja di IPLT

Warga Desa Moyoketen menolak dioperasikannya kembali IPLT Tulungagung milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)

david yohanes/suryamalang.com
IPLT di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, yang ditolak warga setempat. 

SURYAMAlANG.COM | TULUNGAGUNG - Para pengusaha sedot WC di Kabupaten Tulungagung kini kebingungan menjalankan usahanya. Sebab, sudah beberapa bulan mereka tidak bisa membuang lumpur tinja di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu.

Warga Desa Moyoketen menolak dioperasikannya kembali IPLT milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini. Sebab wilayah sekitar IPLT telah berkembang menjadi kawasan wisata belimbing.

Wisata yang mengandalkan buah belimbing ini sudah menjadi andalan penghasilan warga sekitar. IPLT dianggap memberikan dampak bau yang bisa mempengaruhi minat wisatawan.

Untuk mencari solusi, Dinas PUPR mengundang warga dan perangkat Desa Moyoketen, berdialog dengan para pelaku usaha sedot WC, Jumat (18/10/2020).

Namun ternyata, dialog ini batal terlaksana karena pihak warga dan perangkat desa tidak datang.

“Kami maunya ada dialog, sehingga ada solusi yang saling menguntungkan,” ucap Topo, koordinator paguyuban jasa sedot WC dengan nada kecewa.

Diakui Topo, selama ini ada friksi antara sopir kendaraan tanksi lumpur tinja dengan warga sekitar.

Para posir dan juga petigas di UPT IPLT merasa terintimidasi dengan sikap warga.

Namun pihaknya menegaskan, tidak mau ada gesekan dengan siapa pun.

“Kalau berpegang pada legal formal, kami bisa saja tetap membuang di IPLT. Kalau ada yang menghalangi kami lapor polisi,” ujar Topo.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved