Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Mahasiswa UMM Bikin Master, Robot Pemroses Sampah

2 mahasiswa UMM meraih runner up lomba business plan di kegiatan dies natalis Politeknik ATK Jogjakarta ke 62.

Humas UMM
Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yaitu I’if Nur Safitri dan Andanrani meraih runner up lomba business plan di kegiatan dies natalis Politeknik ATK Jogjakarta ke 62. Mahasiswa Prodi Akuntansi mengangkat konsep bisnis Master atau Magic Trash Robot 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yaitu I’if Nur Safitri dan Andanrani meraih runner up lomba business plan di kegiatan dies natalis Politeknik ATK Jogjakarta ke 62.

Mahasiswa Prodi Akuntansi mengangkat konsep bisnis Master atau Magic Trash Robot.

Dijelaskan Andanrani, diciptakannya robot pintar Master ini berawal dari keresahan masyarakat terhadap sampah yang membawa dampak buruk di lingkungan sekitar.

Sampah menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menyebabkan meningkatnya degradasi kebersihan lingkungan. Sebab mengeluarkan gas metan yang menyebabkan global warming.

“Dengan adanya Master, maka segala aktifitas dalam memilih sampah sesuai jenisnya menjadi lebih praktis dengan memanfaatkan teknologi," jelas Andanrani, Jumat (16/10/2020).

Dengan Master, maka memudahkan pengelolaan sisa makanan menjadi pupuk sederhana yang dapat mengurangi bau pembusukan.

Konsep kerja robot sampah ini bisa memilah sendiri sesuai jenisnya.

Seperti plastik, kaleng, kaca, dedaunan, sisa makanan dll. Karena sudah terpilah, maka sampah organik bisa menjadi pupuk sederhana yang dapat meminimalisir bau sampah.

Dikatakan mahasiswa angkatan 2018 dari Kabupaten Lamongan Jawa Timur ini, di Indonesia, penggunaan teknologi seperti ini belum ada.

Saat ini, pemilahan jenis sampah masih dilakukan manual.

Lomba ini diikuti para mahasiswa seluruh Indonesia ini.

Harapan mereka, konsep bisnis berupa robot yang mampu memilah sampah sesuai jenisnya bisa bermanfaat kelak.

Sehingga bisa mengelola sampah menjadi barang yang lebih bernilai ekonomis. Konsep ini bisa dipakai untuk masyarakat atau pribadi.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved