Breaking News:

Travelling

Asal Usul Nama Candi Puthuk Gong Kediri, Bermula dari Misteri Suara Gamelan Tiap Malam Jumat Legi

Candi Puthuk Gong berada di Dusun Bumirejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

SURYAMALANG.COM/Farid Mukarrom
Candi Puthuk Gong di Dusun Bumirejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI – Candi Puthuk Gong berada di Dusun Bumirejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

Selama pandemi Covid-19, candi tersebut tidak terawat.

Candi yang memiliki struktur batuan bata dan gundukan tanah di areal persawahan ini termasuk sebagaian dari peninggalan purbakala di Kecamatan Badas.

Seorang warga, Suliyem mengatakan candi tersebut diberi nama Puthuk Gong karena dulu selaluterdengar suara gamelan jawa dan gong setiap malam Jumat Legi.

“Suara gamelan itu terdengar dari kejauhan. Sehingga dari cerita rakyat itulah lokasi tersebut dinamakan Puthuk Gong yang berarti gong pada gundukan tanah,” kata Suliyem kepad SURYAMALANG.COM, Jumat (16/10/2020).

Warga baru membersihkan candi ini sejak setahun terakhir.

“Sebelumnya hanya berupa gundukan tanah yang ditumbuhi semak belukar dan pohon mangga besar,” katanya

Selain bata merah berukuran jumbo, ada juga sejumlah fragmen batu andesit dan fragmen gerabah di lokasi.

Saat ini pecahan batu tersebut dikumpulkan dan ditata di atas puthuk.

Ada lumpang batu, pipisan, gandik dan paling banyak adalah fragmen umpak.

“Beberapa waktu terakhir, kelompok masyarakat setempat memanfaatkan lokasi itu sebagai sarana wisata religi salah, termasuk warga Bali,” tuturnya.

Lokasi Candi Puthuk Gong tidak jauh dari sejumlah peninggalan di sekitarnya, seperti situs di Gua Kethek Desa Karangtengah, Gua dan Candi Surowono.

Jika ditarik garis lurus, Puthuk Gong ini hanya berjarak 1,5 kilometer dari Kali Konto yang ada di sebelah utara kawasan ini.

Keberadaan Puthuk Gong yang merupakan struktur bata kuno ini menambah bukti sejarah disekitar aliran Kali Konto.

Sebagai aliran lahar besar yang kerap terjadi banjir besar yang dahulu pernah memendam peradaban di sekitarnya.

Penulis: Farid Farid
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved