Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Para Pelaku Usaha Transportasi Wisata Batu Ajak DPRD Batu Dengar Pendapat Soal Kehadiran DAMRI

Peresmian trayek jalur wisata yang baru dari Kota Batu menuju ke Bromo mendapat respon para pelaku wisata

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
Pemkot Batu
Peresmian trayek layanan wisata dari Kota Batu ke Bromo saat perayaan HUT ke-19 Kota Batu pada 17 Oktober 2020. 

SURYAMALANG.COM | BATU – Peresmian trayek jalur wisata yang baru dari Kota Batu menuju ke Bromo mendapat respon para pelaku wisata, khususnya yang selama ini menyediakan jasa transportasi. Sekadar informasi, Pemkot Batu dengan Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) bekerjasama membuka jalur wisata Kota Batu ke Bromo saat peringatan hari jadi ke 19 Kota Batu, Sabtu (17/10/2020).

Mereka yang tergabung dalam Komunitas Rental Mobil Indonesia (Korembi) Korwil Kota Batu, Batu Professional Tourism Association (BaPTA), Batu Guide Community (BGC), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Driver Malang Batu Community (DMBC), dan Asosiasi Travel Batu (ATB) melayangkan surat permintaan dengar pendapat ke DPRD Kota Batu.

Perwakilan pelaku wisata, Zainudin menjelaskan, adanya  trayek baru tersebut bisa mengancam keberlangsungan para pelaku wisata penyedia jasa transportasi. Ia berharap segera ada jadwal pertemuan agar para wakil rakyat dapat mendengar keluh kesah pelaku jasa transportasi wisata.

"Semoga segera direspon oleh DPRD, kami hanya ingin menyampaikan keluh kesah dan aspirasi kami. Keluhan kami terkait kebijakan Pemkot Batu kenapa secara tiba-tiba bekerjasama dengan DAMRI,” ujarnya.

Selama ini, pihaknya tidak pernah diajak komunikasi.

Ia pun mengkhawatirkan dampak yang akan terjadi jika nantinya wisatawan lebih memilih angkutan DAMRI daripada usaha masyarakat.

Padahal saat ini pelaku wisata hanya bisa bertahan dalam kondisi pandemi.

Katanya, akibat pandemi, jasa transportasi pariwisata yang biasa melayani tujuan Bromo hanya jalan seminggu maksimal sekali.

Ia juga mengkhawatirkan harga murah yang dipatok oleh Damri.

Pasalnya, Damri mendapat subsidi dari pemerintah, sementara pelaku swasta harus berjuang sendiri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved