Breaking News:

Nasional

Sejarah Penetapan Hari Santri 22 Oktober dan Definisi Santri, Berkaitan dengan Jihad Melawan Belanda

Sejarah Penetapan Hari Santri 22 Oktober dan Definisi Santri, Berkaitan dengan Jihad Melawan Belanda

Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Bella Ayu Kurnia Putri
FOTO ARSIP - Apel Hari Santri Nasional 2019 di Balai Kota Malang, Selasa (22/10/2019). 

SURYAMALANG.COM - Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Sejak Rabu kemarin (21/10/2020), Hari Santri menjadi salah satu topik di Google Trend.

Terkait peringatan Hari Santri, Wakil Presiden Ma'ruf Amin pernah meminta santri agar dapat menguasai digital teknologi sebagai alat dakwah masa kini dan masa depan, dikutip dari Kompas.com (12/10/2020).

Sistem dakwah melalui teknologi digital, menurutnya lebih efektif dan lebih memungkinkan masyarakat untuk menyimak dakwah kapan saja.

Waktunya pun lebih fleksibel dengan tempat yang juga bisa dilihat di mana saja.

Bagaimana asal usul ditetapkannya Hari Santri?

Dikutip Harian Kompas, 22 Oktober 2015, Hari Santri Nasional ditetapkan lewat Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Keppres tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober.

Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional itu terkait dengan peranan para santri dalam melawan Belanda saat agresi militer kedua.

Salah satu momen penting yang melandasi pencanangan Hari Santri adalah saat Hasyim Asy’ari mendeklarasikan resolusi jihad yang mewajibkan seluruh umat Islam melawan penjajah.

Itu menyulut semangat patriotisme rakyat Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved