Berita Blitar Hari Ini
David Raup Omzet Rp 5 Juta/Bulan dari Menanam Sayur Hidroponik di Atap Toko di Blitar
Saat bisnis toko pakaiannya sepi, David Sugianto (43), memilih menanam sayur hidroponik di atap tokonya di Jalan Mastrip, Kota Blitar.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Saat bisnis toko pakaiannya sepi akibat pandemi Covid-19, David Sugianto (43), memilih menanam sayur hidroponik di atap tokonya di Jalan Mastrip, Kota Blitar.
Bapak tiga anak ini mendapat omzet sekitar Rp 4 juta-Rp 5 juta per bulan dari tanaman sayur hidroponik tersebut.
Pemasukan itu bisa untuk menutup pendapatan dari toko pakaiannya yang turun drastis sejak pandemi Covid-19.
"Sejak pandemi Covid-19, toko pakaian saya sepi. Saya memutar otak agar bisa mendapat pemasukan tambahan."
"Akhirnya, saya mencoba menanam sayur hidroponik," kata David kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (23/10/2020).
Saat itu David sedang memanen sayuran hidroponik di atap toko pakaiannya.
Dia mendapat orderan sayuran kangkung dan sawi pagoda dari pembeli.
"Atap toko ini sudah bertahun-tahun tidak berfungsi. Sekarang saya pakai menanam sayuran hidroponik," ujar penghobi fotografi itu.
David menanam sayuran hidroponik di atap lantai dua tokonya.
Dia memanfaatkan lahan ukuran 10 meter x 20 meter untuk menanam sayur hidroponik.
Sekitar 60 persen instalasi hidroponik dikerjakan sendiri oleh David, dan selebihnya dibantu tukang.
"Saya mulai menaman sayur hidroponik sejak Maret 2020. Saya bagi-bagikan hasil panen pertama ke saudara, teman, dan pekerja di toko pakaian saya."
"Saat panen berikutnya, baru saya jual hasilnya," kata pria dengan tato di lengan kanan itu.
Dari lahan hidroponik seluas 200 meter persegi itu, David memiliki 1.600 lubang tanam.
Dia menanam berbagai jenis sayuran mulai kangkung, sawi, selada, dan kailan.