Tak Punya HP, Siswi SMP di Lombok Putuskan Menikah Gara-gara Tidak Bisa Ikut Belajar Online: Bigung
Kebingungan tak bisa ikuti belajar online, siswi SMP berusia 15 tahun di Lombok putuskan untuk menikah.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Kebingungan tak bisa ikuti belajar online, siswi SMP di Lombok putuskan untuk menikah.
Bocah berusia 15 tahun ini tak bisa ikuti belajar online garagara tak punya HP.
Keningungan tak bisa melanjutkan sekolahnya, akhirnya gadis berinisial EB ini putuskan menikah.
EB mengambil keputusan untuk membina rumah tangga gara-gara tak sanggup menanggung hidup susah tanpa kedua orangtua.
EB sendiri merupakan warga Kecamatan Batukelang Utara, Lombok Tengah, NTB.
Ia memutuskan untuk menikah dengan UD, remaja berinisial 17 tahun.

Melansir Kompas.com: "Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun", Adapun EB masih duduk di bangku kelas 3 SMP.
Baca juga: Aksi Suami Gendong Bayi di Kediri Viral, Pergoki Istri Selingkuh di Kost & Tangis Pilu Sang Anak
Baca juga: 18 Hari Pergi dari Rumah, Gadis Desa Sidomulyo Tak Kunjung Pulang, Ayo Bantu Temukan!
Sementara UD telah lama putus sekolah sejak ayahnya meninggal dunia.
Hal itu EB katakan sendiri kala ditemui di rumahnya, kawasan Kecamatan Batukliang, Minggu 25 Oktober 2020.
"Saya bingung mau ngapain lagi, tidak sekolah sudah empat bulan, saya tidak punya handphone, tak bisa ikuti belajar daring."
"Ketika UD datang bersama keluarganya meminta saya ke nenek, saya mau diajak menikah," kata EB.
EB tampak bingung saat menerima kedatangan wartawan.
Dia segera meminta keluarga suaminya memanggil UD.
Kala itu, sang suami tengah bekerja di kawasan hutan yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya.

Baca juga: Jelang Dinikahi Adit Jayusman, Perubahan Tubuh Ayu Ting Ting Tersorot Bikin Melaney Syok: Montok
Baca juga: Akhir Kasus Video Viral Wanita Muda Pukul Ibunya di Sekitar Pasar Mergan, Kota Malang
EB da UD menikah pada 10 Oktober 2020. Remaja ini kini menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga.
"Saya memang yang bersedia menikah ketika UD dan keluarganya datang meminta saya pada nenek."
"Saya tahu saya masih sekolah, tapi ini mau saya," katanya sambil menunduk.
EB tinggal bersama neneknya, Salmah (80) setelah kedua orangtuanya bercerai.
Ibunya, Mariani telah menikah lagi, dan ayahnya, Zulbliadi mengadu nasib sebagai TKI di Malaysia.
EB dan neneknya hidup seadanya.
EB telah setahun mengenal UD dari temannya. Beberapa kali bertemu dan jalan-jalan membuatnya yakin UD bisa memberinya kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya UD sangat gigih bekerja.
Sebelum menikah, UD pernah bekerja sebagai buruh di Bali. UD adalah tulang punggung keluarganya.
EB mengaku dirinya bukanlah anak yang berprestasi di sekolah, cenderung malas karena hidup dalam kesulitan sejak dititipkan kedua orangtuanya.
"Saya ini pemalas, sering ndak masuk sekolah sebelum Covid-19."
"Sulit belajar karena hanya tinggal dengan nenek saja, tapi saya mau sekolah lagi," katanya.
Kepala Dusun Kumbak Dalem, Abdul Hanan membenarkan adanya pernikahan warganya yang masih berusia dini.
Pernikahan itu sengaja tidak dilaporkan ke pemerintah desa dan Kantor Urusan Agama karena khawatir kedua remaja ini akan dipisahkan.
"Untuk melaporkan ke pihak pemerintah kami tidak berani karena kedua pasangan berusia di bawah umur."
"Akhirnya kita nikahkan secara kekeluargaan saja, yang penting sah menurut agama," kata Hanan.
Pihak keluarga, kata Hanan, juga takut EB dan UD dipisahkan. Hal itu akan menjadi masalah baru di dusun mereka.
Pernikahan EB dan UD menambah daftar kasus pernikahan usia dini di NTB.
Berdasarkan data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, jumlah dispensasi pernikahan di Pengadilan Agama NTB tercatat 522 kasus.
Dispenasi diberikan karena yang menikah masih di bawah umur baik laki-laki maupun perempuan.
Baca juga: Pergoki Notif Aku Hamil di HP Sang Anak Saat Main TikTok Berdua, Respon Mama Ini Viral: Apa Tuh
Baca juga: Viral Foto Komodo Hadang Laju Truk, Tagar #savekomodo Kecam Proyek Jurassic Park di Pulau Rinca