Pilbup Malang

85 Persen Penyandang Disabilitas Tak Terdaftar Sebagai Penyandang Disabilitas di PIlbup Malang

Lingkar Sosial Indonesia menyebut 85 persen penyandang disabilitas tidak terdaftar sebagai penyandang disabilitas.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
Tribun Batam
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Penyandang disabilitas juga memiliki hak suara dalam Pilbup Malang.

KPU Kabupaten Malang tidak bisa berbuat banyak jika ada penyandang disabilitas yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Kolom pendataan di DPT berdasarkan dari laporan warga sendiri. Jika tidak ada laporan, kami tidak bisa berbuat apa-apa," terang Marhendra Pramudya Mahardika, Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya, wali penyandang disabilitas harus lebih aktif mendaftarkan ke PPS sebagai DPT.

"Wali dari penyandang disabilitas bisa mendaftarkan saudaranya ke RW atau PPS masing-masing desa. Bukan kami yang menjemput bola."

"Bila tidak ada laporan, kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk mendaftar," imbuh Dika.

Dika menegaskan pihaknya memfasilitasi penyandang disabilitas yang akan memberikan hak suaranya, di antaranya dengan menggandeng komunitas penyandang disabilitas.

"Kami telah sosialisasi terkait bagaimana penyandang disabilitas saat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pilbup Malang 2020."

"Kami gandeng komunitasnya sebagai mitra agar komunikasi dengan penyandang disabilitas lebih enak," bebernya.

Dika memastikan TPS Pilbup Malang bisa diakses oleh penyandang disabilitas.

"Desain harus ramah bagi mereka. Tidak boleh naik tangga di tempat itu. Kami telah siapkan kertas suara dengan huruf braille untuk tuna netra," ucap Dika.

Dika belum bisa menjelaskan secara gamblang jumlah tentang jumlah keseluruhan DPT penyandang disabilitas.

"Nanti akan kami informasikan dua atau tiga hari ke depan," terangnya.

Di sisi lain, Lingkar Sosial Indonesia menyebutkan 85 persen penyandang disabilitas tidak terdaftar Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan tambahan sebagai penyandang disabilitas.

"Mereka tentunya kesulitan saat memilih. Pantauan kami beberapa mengeluh bingung saat mencoblos di kertas suara. Ini dikarenakan minimnya pendampingan," beber Ken.

Agar hak suara penyandang disabilitas tetap terjaga, Ken ingin KPU Kabupaten Malang sebaiknya melakukan pendataan pemilih penyandang disabilitas. Lalu dikategorikan sebagai DPT penyandang disabilitas.

"Belum pernah ada data dari KPU. Apalagi, kamu juga keterbatasan SDM untuk menyebar survei. Kami menyakini ada banyak lagi penyandang di Malang yang tidak terakomodir dengan baik selama Pilkada," ungkap Ken.

Ken juga memohon kepada KPU Kabupaten Malang agar menyediakan TPS yang ramah akses bagi penyandang disabilitas.

"Pada saat Pilbup Malang 2020 TPS harus ramah bagi penyandang disabilitas. Mereka ini juga punya hak untuk memilih juga," ujar Ken.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved