Breaking News:

Berita Ngawi Hari Ini

Banjir di Ngawi, 15 Desa di Empat Kecamatan Terendam Luapan Bengawan Solo, Warga Diminta Waspada

Ke 15 desa yang terendam banjir itu berada di 4 Kecamatan, Kwadungan, Kecamatan Pangkur, Kecamatan Geneng, dan Kecamatan Ngawi.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Rahardian Bagus Priambodo
Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo, menyebabkan sejumlah jalan di Desa kendung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, terendam air, Senin (2/11/2020) 

Penulis : Rahardian bagus, Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, NGAWI - Sebanyak 15 desa di empat kecamatan di Kabupaten Ngawi terendam banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo, , Senin (2/10/2020).

Banjir terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, dan mulai surut sekitar pukul 12.30 WIB.

15 desa yang terendam banjir berada di 4 Kecamatan, Kwadungan, Kecamatan Pangkur, Kecamatan Geneng, dan Kecamatan Ngawi.

"Air mulai naik sekitar pukul 03.00 WIB kemudian pukul 12.30 WIB air mulai surut, Jalan Raya Kendung yang sebelumnya tidak bisa dilewati, sore ini sudah bisa dilewati," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Ngawi, Teguh Puryadi, saat dikonfirmasi.

Ia menuturkan, banjir pertama yang terjadi pada musim penghujan tahun ini, disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan luapan sungai Bengawan Solo.

Selain itu, banjir juga disebabkan karena terjadi sumbatan sampah di beberapa saluran air.

"Banyak sumbatan di saluran air, banyak sumbatan sampah, padahal sebelumnya kami sudah melakukan kerjabakti membersihkan saluran air bersama relawan," pungkasnya.

Teguh mengatakan, banjir kali ini menyebabkan sejumlah akses jalan tergenang. Selain itu, banjir juga menyebabkan sejumlah lahan pertanian terendam air.

"Tadi hanya di jalan dan pertanian, insyallah nggak masuk pemukiman. Kalaupun ada cuma di pelataran rumau, dan genangan nggak sampai hitungan hari, biasanya kalau banjir di Ngawi itu hitungan hari," jelasnya.

Ketinggian air yang merendam jalan paling tinggi mencapai sekitar 30-40 sentimeter.

Banjir yang merendam jalan, sempat menyebabkan Jalan Raya Kendung di Kecamatan Kwadungan, namun hanya sesaat.

Teguh menambahkan, musim penghujan baru saja dimulai, ia mengimbau kepada warga untuk waspada. Sebab, biasanya hujan deras di wilayah Ngawi juga disertai dengan angin.

"Misalkan hujan dalam durasi lama hingga beberapa jam, warga diimbau waspada, terutama yang tinggalnya di sekitar aliram sungai. Simpan barang- barang berharga di tempat yang aman," imbuhnya. 

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved