Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Ujicoba Tatap Muka, SMAN 9 Kota Malang Siapkan Empat Mapel Sehari

SMAN 9 Kota Malang melaksanakan ujicoba tatap muka tahap pertama hari kedua, Selasa (3/11/2020).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Suasana kelas di SMAN 9 Kota Malang yang ikut ujicoba tatap muka tahap pertama, Selasa (3/11/2020). Guru berada di kelas sebelah bersama siswa lainnya. Siswa di kelas sebelahnya dikoneksikan dengan LCD. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - SMAN 9 Kota Malang melaksanakan ujicoba tatap muka tahap pertama hari kedua, Selasa (3/11/2020). Fokusnya adalah siswa kelas 10 dan 12.

"Siswa yang masuk berbeda setiap harinya. Hari pertama kemarin misalkan siswa kelas 12 MIPA 1, hari kedua 12 MIPA 2."

"Besoknya 12 MIPA 3. Begitu seterusnya," jelas Sri Setyawati, Kepala SMAN 9 pada suryamalang.com, Selasa (3/11/2020).

Siswa kelas 10 juga bergantian rombelnya setiap harinya. Tujuannya agar semuanya merasakan keadilan.

Setiap hari, sekolah menyiapkan empat mapel sesuai jurusannya. Untuk MIPA ada mapel Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

Dipilihnya mapel itu karena sulit jika siswa belajar sendiri. Sedang di jurusan IPS, empat mapelnya adalah Matematika, Sosiologi, Geografi dan Ekonomi.

Sedang jurusan Bahasa yaitu mapel Matematika, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya.

"Kami memilih kelas 12 karena mereka kan juga mendekati ujian-ujian," jawab Sri.

Tahap pertama akan dilaksanakan selama dua pekan. Kemudian di tahap kedua, akan ditambah kelas 11. Alasan memberi tahapan-tahapan karena tiap sekolah memiliki kesiapan sendiri.

Jika siswa tidak ada jadwal luring ke sekolah, maka lainnya melaksanakan daring di rumah. Pembelajaran di mulai pada pukul 07.00-11.15 WIB.

Siswa tidak memakai seragam. Dalam pantauan suryamalang.com, ada dua kelas yang dikoneksikan. Guru mengajar di salah satu kelas. Dan terkoneksi di kelas lain dengan layar LCD.

Sehingga bisa mendengarkan suara gurunya. Selain itu di tiap meja siswa diberi pembatas mika. Siswa juga memakai masker dan face shield.

Jika biasanya siswa sholat berjamaah di masjid sekolah, saat ujicoba tatap muka tidak ada. Siswa menjalani sholat di rumahnya.

Sebelum melaksanakan ujicoba ini, sekolah menyosialisasikan ke walimurid. Ada yang setuju dan tidak. Namun setelah diberitahu kesiapan sekolah, orangtua memberi respons positif.

Meski begitu, siswa harus mendapat izin dari orangtua jika ikut luring. Kantin di sekolah ditiadakan sehingga siswa harus membawa bekal sendiri.

Di lingkungan sekolah telah disiapkan wastafel dan sabun cuci tangan. Serta cek suhu saat masuk gerbang sekolah.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved