Breaking News:

Berita Blitar Hari Ini

Jadi Zona Oranye Covid-19 Lagi, Rencana Belajar Tatap Muka Siswa SD dan SMP Kota Blitar Mundur

Pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka untuk siswa SD dan SMP di Kota Blitar diperkirakan mundur lagi

Penulis: Samsul Hadi | Editor: isy
samsul hadi/suryamalang.com
Ilustrasi - uji coba belajar tatap muka di SMAN 1 Kota Blitar, Selasa (18/8/2020). 

SURYAMALANG.COM | BLITAR - Pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka untuk siswa SD dan SMP di Kota Blitar diperkirakan mundur lagi. Hal ini lantaran status Kota Blitar kembali masuk zona oranye penyebaran Covid-19.

Tadinya, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar akan melaksanakan simulasi kegiatan belajar tatap muka untuk siswa SD dan SMP pada Senin (9/11/2020) pekan depan. Dinas sudah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

"Kami masih menunggu izin dari wali kota dan menunggu Kota Blitar masuk zona kuning Covid-19 untuk melaksanakan kegiatan belajar tatap muka di sekolah. Sekarang izin dari wali kota belum keluar karena Kota Blitar kembali zona oranye penyebaran Covid-19," kata Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dindik Kota Blitar, Didit Rahman Hidayat, Rabu (4/11/2020).

Didit mengatakan, sebenarnya sekolah sudah menerima surat persetujuan dari orangtua terkait rencana belajar tatap muka.

Tapi, surat persetujuan dari orangtua hanya berlaku saat Kota Blitar masuk zona kuning penyebaran Covid-19.

"Kami juga melakukan kuisioner kepada orang tua terkait kegiatan belajar tatap muka saat masuk zona kuning. Data terakhir, dari 9.000 lebih kuisioner yang kami bagikan kepada orang tua, sekitar 90 persen setuju belajar tatap muka dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya.

Dikatakannya, jika status Kota Blitar kembali masuk zona kuning, proses kegiatan belajar tatap muka tidak serta merta bisa langsung dilaksanakan.

Dindik akan mengambil jeda seminggu lagi untuk persiapan kembali.

"Kami harus berkirim surat lagi ke orangtua, karena masuknya dijadwal. Siswa masuk dan pulang jam berapa harus diberitahukan ke orangtua," katanya.

Menurutnya, tiap sekolah sudah melakukan persiapan untuk melaksanakan kegiatan belajar tatap muka.

Bahkan, sejak awal Juni 2020, sekolah sudah menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

"Saat persiapan terakhir ini, sekolah sudah menata tempat duduk siswa dengan jarak. Tiap kelas maksimal diisi 18 siswa. Kami juga sudah membuat SOP kegiatan belajar tatap muka. Di SOP itu sudah diatur apa yang dilakukan siswa mulai dari rumah, di sekolah, dan pulang lagi ke rumah," katanya.

Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved