Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Kejari Batu Sita Dokumen Penganggaran Pengadaan Lahan SMAN 3 Batu

Kejaksaan Negeri Kota Batu telah memeriksa 50 lebih saksi dalam upaya mengusut dugaan penggelembungan harga tanah SMAN 3 Batu

benni indo/suryamalang.com
Papan SMAN 3 Batu di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (9/7/2020). 

SURYAMALANG.COM | BATU – Kejaksaan Negeri Kota Batu telah memeriksa 50 lebih saksi dalam upaya mengusut dugaan penggelembungan harga tanah SMAN 3 Batu. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu, Supriyanto, menjelaskan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah mengeluarkan kesimpulan ada penyimpangan dalam proses pengadaan lahan SMAN 3 Batu.

Dari hasil itu, Kejari Batu gerak cepat mencari sejumlah keterangan, baik dari saksi maupun dokumen. Bahkan Kejari Batu juga meminta keterangan badan penganggaran (Banggar) DPRD Batu periode 2013. 

Kejari Batu juga telah menyita sejumlah dokumen. Namun Spuriyanto tidak menjelaskan detail dokumen apa yang disita.

“Progres penyidikan sampai sekarang masih berjalan terus. Masih sesuai dengan rencana penyidikan, dengan tetap mengumpulkan beberapa alat bukti yang perlu, baik itu dari saksi, ahli dan dokumen yang dilakukan penyitaan,” ujarnya, Selasa (11/11/2020).

Kejari Batu meminta keterangan anggota Banggar DPRD periode 13 karena dalam penganggaran pasti melibatkan legislatif.

Tidak hanya Banggar legislatif, Banggar dari Pemkot Batu juga dimintai keterangan.

“Kami juga menemukan dokumen penganggaran saat itu. Kalau ada kesulitan, kami akan lakukan langkah hukum lainnya seperti penggeledahan,” jelasnya.

Dalam waktu dekat BPKP juga akan turun ke Kota Batu.

Supriyanto menjelaskan, Kejari Batu berkirim surat ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk meminta bantuan pelacakan rekening seseorang.

“Suratnya sudah sampai dan ada balasan. Saat ini sedang dalam proses. Kemudian juga terkait ahli, baru kemarin kami bersurat ke Kanwil BPN Jawa Timur untuk minta keterangan ahli pengadaan tanah agar dapat memberikan keterangan. Semoga pekan depan datang dan memberikan keterangan,” paparnya.

Mantan Kejari Gorontalo itu menegaskan jika BPKP sudah sepakat jika memang ada penyimpangan.

Namun untuk kerugiaan negaranya berapa, dia belum bisa memastikan.

"Kalau besaran kerugian negaranya, saya tidak mau mendahului. Intinya memang ada penyimpangan. Mohon doa dan dukungannya ya agar proses berjalan lancar," tutupnya.

Dugaan mark up pengadaan lahan untuk pembangunan SMAN 3 mencuat usai adanya surat pemanggilan dari tim penyidik Pidsus Kejari Kota Batu, merujuk Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik) Kajari Kota Batu Nomor : Print– 02.a/M.5.44.Fd1/06/2020/ tanggal 22Juni 2020. Dalam pengadaan lahan, Pemkot Batu menganggarkan melalui APBD tahun 2014 dengan total kurang lebih Rp 8,8 miliar.

Penulis: Benni Indo
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved