Breaking News:

Berita Mojokerto Hari Ini

Pelajar SMP Tewas Kecelakaan, Kendarai Motor Sendiri Terjatuh dan Tertabrak Pikap di Mojokerto

Pelajar SMP yang tewas kecelakaan diduga tidak mahir mengendarai motor yang diperparah kondisi jalan raya saat itu gelap minim penerangan.

SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni
Petugas mengevakuasi jenazah pelajar yang tewas akibat kecelakaan di Jalan Raya Desa Centong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Rabu (11/11/2020) 

Penulis : Mohammad Romadoni , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Seorang pelajar SMP tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Centong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Rabu (11/11/2020).

Korban yang masih anak di bawah umur itu mengendarai motor sendiri  dan terlibat kecelakaan menabrak mobil pikap.

Korban bernama PN (12) warga Desa Wiyu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto tersebut meninggal di lokasi kejadian lantaran mengalami luka parah pada bagian kepala.

Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Randy Asdar menjelaskan korban mengendarai motor Honda Beat W 6973 ZV melaju dari timur ke arah barat.

Sesampainya di lokasi kejadian dari arah berlawanan melaju kencang mobil pikap L 8023 KD yang dikendarai M Fathurrohman (19) warga Gondang.

"Korban diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari motor sehingga menabrak mobil dari arah berlawanan," ungkapnya, Rabu (11/11/2020).

Menurut dia, korban diduga tidak mahir mengendarai motor yang diperparah kondisi jalan raya saat itu gelap minim penerangan.

Akibat tabrakan itu korban sempat terpental sekitar 10 meter dari sepeda motornya. jenazah korban dievakuasi ke RSUD Soekandar Mojosari.

"Pemilik kendaraan mobil diamankan dan kendaraan yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi ke kantor Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto," jelasnya.

Randy menjelaskan pihaknya menginterogasi pengemudi mobil pikap untuk mematikan penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pelajar tersebut.

Dia menghimbau masyarakat khususnya pengguna jalan agar selalu waspada dan berhati-hati ketika mengendarai kendaraan di jalan raya.

Terpenting, kata Randy, demi keselamatan berlalu lintas sebaiknya para orang tua lebih bijak dan melarang anaknya yang belum cukup umur mengendarai kendaraan bermotor.

"Pengendara motor dibawah umur tentu sangat berbahaya, apalagi masih tergolong pelajar karena belum punya SIM dan terpenting kondisi emosional dalam berkendara juga masih labil," terangnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved