Breaking News:

Sosok Pemulung Anak Angkat Syekh Ali Jaber, Viral Baca Alquran di Emper & Disiapkan Jadi Imam Besar

Sosok Muhammad Gifari Akbar sempat viral dikenal sebagai pemulung baca Alquran di emperan toko kini menjadi anak angkat Syekh Ali Jaber

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Tribunnews
Muhammad Gifari Akbar, Pemulung Viral Baca Alquran di Emper Menjadi Anak Angkat Syekh Ali Jaber 

"Kemarin waktu live di TV ngobrol sama Syekh Ali Jaber.

Alhamdulillah diajak umrah," ucap Akbar, Senin (9/11/2020) dikutip dari Tribun Jabar. 

Akbar mengaku tak menyangka akan diajak umrah.

Bahkan sampai diangkat sebagai anak asuh.

Kabar itu membuatnya bersyukur.

"Sudah nyiapin barang-barang sama persyaratan umrah.

Mau banget (umrah). Paspor nanti disiapin sama Syekh Ali Jaber," ujarnya.

Akbar rencananya akan memenuhi undangan Syekh Ali Jaber di Bandung untuk berbincang lebih lanjut.

Ia masih menunggu kabar kepastian pertemuan itu pada hari ini.

Akbar sangat bersyukur dan berterima kasih atas segala bantuan dari semua pihak.

Ia juga semakin berkomitmen untuk menimba ilmu agama.

Akbar bersama keluarganya juga telah menentukan pilihan pesantren yang akan menjadi tempatnya belajar.

Pesantren yang dipilihnya yakni Pesantren Al Ihsan yang berada di Bandung.

"Sekarang ingin umrah dulu. Baru nanti ke pesantren," katanya.

NASIB Akbar Pemulung yang Viral Baca Alquran di Emperan Bakal Diangkat Dedi Mulyadi Jadi Direktur

Tak hanya Syekh Ali Jaber, sebelumnya anggota DPR RI, Dedi Mulyadi juga terharu melihat kisah hidup Akbar.

Bahkan Dedi Mulyadi juga berencana akan mengangkat Akbar menjadi direktur di bank sampah salah satu programnya di Subang, Jawa Barat.

Viral foto Muhammad Gifari Akbar (16), bocah pemulung tengah berteduh dari hujan sambil baca Alquran di Jalan Braga, Kota Bandung, hingga kini masih menjadi perbincangan publik.

Kisah ini pun menarik perhatian anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang menelpon langsung Muhammad Gifari Akbar pada Kamis (5/11/2020) sore.

Dedi Mulyadi dari kediamannya di Subang menelpon Akbar yang tinggal di rumah neneknya di Garut.

Handphone yang digunakan Akbar milik saudaranya.

Dalam perbincangan telepon selama sekitar 20 menit itu terungkap sikap Akbar yang membuat kagum Dedi Mulyadi.

Akbar mengaku dari hasil memulung rongsokan itu, uangnya sebagian untuk makan dirinya dan mengirim ke orangtuanya di kampung.

Selain itu Akbar pun mengaku sebagian penghasilannya kerap diberikan kepada sesama pemulung yang tengah kesusahan.

zzz

Dedi Mulyadi terharu dengar kisah hidup Akbar yang pilu (Istimewa)

"Bayangkan dia sendiri hidup susah tapi masih bisa membagi rezeki kepada orang lain yang membutuhkan.

Ini yang membuat saya tidak bisa menahan air mata haru," kata Dedi Mulyadi melalui ponselnya, Kamis (5/11/2020) malam dikutip dari Tribun Jabar.

Menurut Dedi Mulyadi, meski hidup tanpa kasih sayang ibunya karena sejak usia dua tahun sudah tidak berjumpa sang ibu, Akbar mampu tumbuh sempurna dari sisi sosial.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menawari Akbar untuk mengajar ngaji kepada anak-anak di tempat tinggal Dedi di Lembur Pakuan di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

Dedi Mulyadi juga menyiapkan seorang guru untuk Akbar guna mendalami kitab suci Alquran.

"Sehingga cita-cita Akbar setelah dewas ingin membangun pesantren, mudah-mudahan bisa terwujud.

Dan Akbar mengaku siap ngajar ngaji dan belajar pendalaman kitab di tempat saya," kata Dedi.

Selain itu Dedi Mulyadi pun bakal melantik Akbar sebagai direktur bank sampah di Lembur Pakuan.

"Akbar ini kan pemulung, biasa mengurus botol bekas.

Nanti akan saya lantik jadi direktur bank sampah di Lembur Pakuan.

Jadi selain ngajar ngaji ke anak-anak, dia juga akan bekerja sebagai direktr pengelolaan sampah di Lembur Pakuan," kata Dedi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved