Berita Tulungagung Hari Ini

Baru 9 Bulan Menikah, Pasangan Suami Istri Ini Masuk Penjara di Tulungagung

Pasangan suami istri (pasutri) M Yogiq Santoso (24) dan Ayu Pusitasari (20) baru sembilan bulan menikah.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
pgwp.org
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Pasangan suami istri (pasutri) M Yogiq Santoso (24) dan Ayu Pusitasari (20) baru sembilan bulan menikah.

Kini pasutri asal Kelurahan Kepatihan ini harus mendekam di ruang tahanan Polres Tulungagung.

Polisi menangkap pasutri ini karena karena memiliki sabu-sabu seberat 19,2 gram.

Polisi juga menangkap kawan Yogiq bernama Arif Kusnaini (24) yang juga ikut jualan sabu-sabu.

Yogiq merupakan residivis yang pernah masuk penjara karena mengedarkan pil dobel L, dan baru bebas pada 2019.

"Awalnya kami menrima aduan dari masyarakat bahwa kerap terjadi dugaan transaksi narkotika di Kelurahan Kepatihan," ujar Iptu Nenny Sasangko, Paur Humas Polres Tulungagung kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (17/11/2020).

Dalam penyelidikan dan sesuai keterangan sejumlah orang, polisi mengidentifikasi terduga pelaku.

Polisi mencurigai Yogiq dan Arif yang berada di tepi jalan Kelurahan Kenayan pada Minggu (15/11/2020).

"Setelah pengintaian panjang, petugas menyergap dua orang ini. Mereka sempat mengelak memiliki sabu-sabu," sambung Nenny.

Saat penggeledahan, polisi menemukan lima paket sabu-sabu.

Kemudian polisi menggeledah rumah Yogiq.

"Petugas menemukan paket sabu-sabu seberat 19,2 gram yang disimpan di lemari rumah tersangka," terang Nenny.

Saat penggeledahan di rumah Yogiq inilah, polisi menemukan keterlibatan Ayu.

Yogiq mengaku mengedarkan sabu-sabu sejak lima bulan lalu.

Yogiq membeli narkoba berbentuk kristal ini seharga Rp 1.100.000 per gram dari B asal Madiun.

Pembelian dilakukan dengan sistem ranjau, uang ditransfer lebih dulu, lalu barang diletakkan di suatu tempat.

Setelah mendapat informasi letak sabu-sabu itu, Yogiq mengambilnya tanpa ketemu penjual.

Lalu Yogiq mengemas ulang sabu-sabu itu menjadi paket hemat, mulai Rp 200.000 per paket.

"Selain menjual sabu-sabu, tiga tersangka ini juga mengonsumsinya. Hal ini dibuktikan dari hasil tes urine, hasilnya positif," ungkap Nenny.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved