Pilbup Malang

2 Tim Hukum Paslon Saling Lapor ke Bawaslu Kabupaten Malang, Calon Independen Bakal Beruntung

Dua tim hukum peserta Pilbup Malang 2020 saling lapor ke Bawaslu Kabupaten Malang terkait dugaan pelanggaran kampanye.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
suryamalang.com/benni indo
Pengamat Pemerintahan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya, Wawan Sobari Ph D. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dua tim hukum peserta Pilbup Malang 2020 saling lapor ke Bawaslu Kabupaten Malang terkait dugaan pelanggaran kampanye.

Tim hukum pasangan Sanusi-Didik (Sandi) dan Lathifah  Shohib-Didik Budi Muljono (Ladub) sama-sama mengklaim telah mengantongi bukti pelanggaran kampanye versi masing-masing.

Pengamat politik asal Universitas Brawijaya, Wawan Sobari mengatakan aksi lapor menjadi bagian dari strategi politik dua tim pasangan calon untuk saling menjatuhkan elektabilitas masing-masing calon.

Wawan mengkiaskan klaim kepemilikan bukti pelanggaran merupakan cara menjatuhkan elektabilitas pasangan calon.

"Itulah strateginya untuk saling menjatuhkan elektabilitas," ujar Wawan Sobari kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (25/11/2020).

Dosen FISIP Universitas Brawijaya ini menyebut aksi saling lapor dua tim hukum paslon tersebut justru membawa angin segar bagi elektabilitas pasangan calon independen.

Wawan menilai warga akan mempertimbangkan untuk memilih pemimpin yang terhindar dari isu pelanggaran politik.

Menurut Wawan, kondisi ini menjadi peluang Malang Jejeg untuk menarik perhatian masyarakat.

"Saya belum tahu penurunan elektabilitas tersebut. Butuh penelitian untuk mengukur penurunan tersebut," jelas Wawan.

Wawan menambahkan Malang Jejeg bisa kampanye sesuai aturan.

"Harus hati-hati. Jika tidak, bisa jadi bumerang bagi Malang Jejeg," terang Wawan.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved