Berita Sampang Hari Ini

Berani Meraba Organ Intim Gadis Belia, Dukun Cabul di Sampang Juga Harus Berani Menerima Hukuman Ini

Berani Meraba Organ Intim Gadis Belia, Dukun Cabul di Sampang Juga Harus Berani Menerima Hukuman Ini

Editor: eko darmoko
STOMP
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SAMPANG - Update kasus dugaan pencabulan yang dilakukan dukun cabul di Sampang terhadap pasien perempuannya.

Dukun cabul tersebut berasal dari Dusun Gertenga, Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura.

Dukun cabul bernama Sarbidin (60) kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Sampang.

Sarbini melakukan perbuatan bejatnya kepada gadis belia berinisial V (19) asal Desa Jelgung Kecamatan Robatal, Sampang pada 23 November 2020, siang.

Saat itu, Sarbidin diduga meraba-raba organ intim atau alat vital korban V.

Baca juga: Gadis Belia Berteriak Kencang Seusai Berobat ke Dukun Cabul, Kisahnya Tentang Alat Vital Bikin Kaget

Baca juga: Misteri Jejak Dukun Cabul Gresik, Puas Setubuhi Banyak Cewek Lalu Menghilang, Modusnya Bikin Emosi

Pria di Sampang Madura diduga sebagai dukun cabul
Pria di Sampang Madura diduga sebagai dukun cabul (SURYAMALANG.COM/Hanggara Pratama)

"Hari ini yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka setelah melalui proses gelar perkara dan ditingkatkan ke penyidikan," kata Kanit PPA Polres Sampang Aiptu Sujianto.

Ia menambahkan, maka dari itu tahap selanjutnya yang dilakukan merupakan penahanan kepada tersangka.

"Tersangka disangkakan Pasal 290 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun lamanya," tegasnya.

Dalam proses penangkapannya, kata Aiptu Sujianto, tersangka diamankan oleh anggota Polsek Karang Penang.

Penangkapan saat pihak keluarga korban mendatangi rumah Sarbidin lantaran tidak terima atas perlakuan yang dialami oleh korban.

"Jadi pada saat itu anggota Polsek Karang Penang mendatangi rumah korban dan langsung mengamankannya dan diserahkan kepada Polres Sampang," terangnya.

Sebelumnya, Paman Korban menyampaikan, bahwa saat melakukan pengobatan di rumah Sarbidin, V dibuat tidak sadar seolah-olah dihipnotis, bahkan bersama orangtuanya.

"Jadi setelah tiba di tempat tinggalnya baru sadar sehingga, berteriak dan membuat keluarganya terkejut," tuturnya.

Setelah bercerita panjang lebar atas perlakukan Sarbidin, pada malam harinya, Keluarga V bersama sejumlah warga Desa Jelgung mendatangi rumah Sarbidin.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved