Breaking News:

Berita Kediri Hari Ini

Petirtaan Kuno di Gunung Klotok, Kediri, Diduga Peninggalan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Majapahit

BPCB Trowulan mengeskavasi petirtaan kuno di area Gunung Klotok, Kabupaten Kediri, Kamis (26/11/2020).

SURYAMALANG.COM/Farid Mukarrom
BPCB Trowulan mengeskavasi petirtaan kuno di area Gunung Klotok, Kabupaten Kediri, Kamis (26/11/2020). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan mengeskavasi petirtaan kuno di area Gunung Klotok, Kabupaten Kediri, Kamis (26/11/2020).

Ketua Panitia Eskavasi Arkeolog BPCB Trowulan, Nugroho Harjo Lukito mengatakan awalnya tim mendapat informasi penemuan struktur bata yang ada airnya pada tahun 2017.

"Kemudian kami menentukan titik zonasi, dan kami mengeskavasi pada tahun 2020," kata Nugroho kepada SURYAMALANG.COM.

Selama ini warga memanfaatkan struktur batu bata kuno dan sumber mata air tersebut untuk irigasi.

"Dari ekskavasi ini tampak bangunan bekas petirtaan kuno yang memanjang dari utara ke selatan. Selama ini bangunan tersebut tertimbun abu vulkanis dari letusan Gunung Kelud dan material tanah longsor dari puncak Gunung Klotok," terangnya.

Belum terlihat gambaran secara keseluruhan struktur bangunan petirtaan.

"Petirtaan ini masih ada korelasi dengan candi yang ada di atas Gunung Klotok," imbuhnya.

Nugroho berharap ekskavasi bisa dilanjutkan di masa mendatang agar situs purbakala ini bisa diamankan untuk bahan observasi.

"Sumber daya kami terbatas. Kami berharap ada perhatian lebih untuk melanjutkan eskavasi di tempat ini," tuturnya.

Nugroho menduga petirtaan diduga sudah ada pada zaman Kerajaan Kediri sampai Kerajaan Majapahit.

"Kami menemukan banyak peninggalan keramik yang diduga berasal dari lima dinasti Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Kediri," terangnya.

Penulis: Farid Farid
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved