Berita Malang Hari Ini

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang Gelar Implementasi DBHCT

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang sampaikan implementasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT).

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
Pemkab Malang
Potret kegiatan implementasi DBHCT Oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang sampaikan implementasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT).

"Kami mengelola DBHCT ini mulai tahun 2009. Ini sesuai PMK ada 5 kegiatan," ujar Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang

Kholida Masruroh ketika dikonfirmasi pada Selasa (1/11/2020).

Kata Kholida, implementasi DBHCT dituangkan melalui berbagai macam kegiatan produktif pada perkebunan tanaman tembakau.

"Kegiatannya meliputi pemberian bantuan Saprodi untuk tembakau. Mulai benih hingga pupuk," ucap Kholida.

Selain berorientasi pada sektor produksi, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang juga memperhatikan infrastruktur area perkebunan tembakau.

"Kemudian kegiatan sarana dan prasarana. Ada bantuan cultivator serta perbaikan jalan untuk mempermudah proses perawatan dan panen tanaman tembakau," jelas Kholida.

Guna memantau kualitas tembakau di Kabupaten Malang, Kholida menyatakan pihaknya juga berkontribusi pada pengujian kualitas tembakau.

"Penerapan inovasi ini kami ada lab uji kadar nikotin tujuannya umtuk melayani petani uji nikotin. Alhasil, petani bisa tau kualitas tembakaunya," ungkap Kholida.

Proses distribusi panen tembakau juga menjadi perhatian Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang.

Dinas yang dipimpin oleh Budiar Anwar itu berinisiasi menyediakan kendaraan roda tiga untuk distribusi pasca panen.

"Ada penanganan panen dan pasca panen. Seperti merajang tembakau dan bantuan distribusi panen dengan kendaraan roda tiga," kata Kholida.

Pemberian edukasi secara berkelanjutan tentang DBHCT juga diberikan kepada petani tembakau secara berkelanjutan.

Selain edukasi, Kholida menegaskan telah melakaukan berbagai sosialisasi DBHCT secara gencar. 

"Kami memberi edukSi kepada petani dari budidaya dan pasca panen. Materinya meliputi cara tanam hingga penanggulangan penyakit. Lalu ada SL agribis, untuk penangana pasca panen untuk dihimpun perusahaan," tutur Kholida. 

Sejauh ini, produk petani tembakau Kabupaten Malang audah dilirik dua perusahaan rokok terkemuka di Jawa Timur.

"Terkait kerjasama menerima tembakau petani ada dua perusahaan, yakni PT Sampoerna melalui PT Sadana. Kedua PT IDS yang ada di Lumajang," terangnya.

Terakhir, Kholida memastikan porsi anggaran DBHCT untuk pengembangan perkebunan tembakau di Kabupaten Malang sudah cukup.

"Dana sudah diploting sesuai dengan bagian perekonomian. Tahun ini tetap Rp 1,7 Miliar. Sebenarnya bisa penambahan. Namun menyesuaikan ritme penanaman tembakau petani," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved