Breaking News:

Advertorial

Raperda Disetujui, Perda Minuman Beralkohol dan Tunas di Kota Malang akan Segera Disahkan

Raperda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol (Minol) dan Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) akhirnya dapat disetujui

rifky edgar/suryamalang.com
Penandatanganan Raperda Minol dan Raperda Perumda Tugu Aneka Usaha oleh Ketua DPRD kota Malang, I Made Diana Kartika saat Paripurna yang digelar secara virtual pada, Kamis (10/12/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Raperda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol (Minol) dan Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) akhirnya dapat disetujui dan diterima oleh semua fraksi DPRD Kota Malang saat sidang paripurna, Kamis (10/12/2020).

Kedua raperda yang merupakan warisan dari anggota dewan PAW periode sebelumnya tersebut akhirnya ditandatangani oleh Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika sebelum nantinya disahkan untuk menjadi peraturan daerah (perda).

Kartika merasa lega dan bersyukur akhirnya pembahasan dua ranperda tersebut dapat diselesaikan, setelah sebelumnya melalui proses yang cukup panjang sejak 2019 lalu.

"Tentu saja kami merasa lega ya. Karena dua raperda ini sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Tapi dengan prosedur dan mekanisme yang kami ikuti, akhirnya bisa selesai," ucapnya.

Setelah menandatangani dua raperda tersebut, langkah selanjutnya ialah mendaftarkan nomor registrasi ke pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baru setelah itu, dua raperda tersebut akan diterapkan dengan diperkuat oleh Peraturan Wali Kota Malang.

"Di dalam pasal-pasal dua raperda itu sudah tertulis secara rinci. Pertama terkait pengendalian minol dan adanya aneka usaha yang nantinya bakal bersumbangsih untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang," ucapnya.

Kartika pun berpesan, khusus untuk Perumda Tunas dia berharap nantinya dapat membantu mengembangkan UMKM di Kota Malang.

Dengan tidak menjadikan aneka usaha tersebut menjadi pesaing atau merugikan UMKM.

"Yang kami inginkan di bisnis yang sudah di sepakati di perda Tunas dapat dikembangkan. Kami harapkan tunas ini bisa menjadi pengayom daripada usaha-usaha UMKM yang ada di Kota Malang, terutama di masa pemulihan pandemi," paparnya.

Sementara itu, dalam pendapat akhir Wali Kota Malang, yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan dengan adanya Perda Minol nantinya dapat memperjelas izin dan tempat peredaran minol di Kota Malang.

Diharapkan, nanti dapat terkontrol untuk mengawasi peredarannya dengan harapan tidak menjadi korban.

"Termasuk untuk Perda Perumda Tunas yang diharapkan dapat memberikan ruang untuk dapat mengembangkan usahanya. Dengan demikian semakin optimal ketika sudah berjalan nanti ada kendalinya," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved