Breaking News:

Berita Tulungagung Hari Ini

Detik-detik Tubuh Cewek Terpental 20 Meter Seusai Dihantam Kereta Api di Tulungagung, Tewas Seketika

Tubuh Cewek Ini Terpental 20 Meter Pasca Dihantam Kereta Api di Tulungagung, Tragedi Pilu Bunuh Diri

Penulis: David Yohanes | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Polisi melakukan olah TKP di perlintasan rel kereta api di Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, Jumat (11/12/2020). 

Bunyamin yang rumahnya hanya berjarak tujuh meter dari rel kereta api itu pun menganggap, kejadian gerbong kereta api jalan sendiri ini karena ada faktor lain.

Dia pun menganggap, bahwa penunggu atau makhluk lain yang berada di Stasiun Kota Baru Kota Malang jahil.

Hal ini dibuktikan ketika dia mendengar cerita dari seorang masinis beberapa tahun silam.

Di mana pada saat itu, si masinis sedang tidak berada di lokomotif kereta api.

Namun tiba-tiba lokomotif itu mesinnya hidup sendiri dan berjalan dari Stasiun Kota Baru menuju ke Stasiun Kotalama.

"Memang di sana penunggunya agak jahil. Bisa dikatakan wingit."

"Karena tiap kali ada kejadian gerbong jalan sendiri itu dari Stasiun Kota Baru ke Stasiun Kota Lama."

"Ya untung saja, tiap kejadian tidak sampai menimbulkan kecelakaan lalu lintas meski melewati tiga palang pintu," terangnya.

Sebelumnya PT KAI memberikan pengaman di daerah Stasiun Kotalama, biasanya gerbong kereta api yang jalan sendiri tersebut melaju dan berhenti di daerah Kepanjen Kabupaten Malang.

Peristiwa itu pernah terjadi sekitar tahun 90 an, di mana pada saat itu ada kereta api yang mengangkut pupuk melaju sendiri dengan kecepatan tinggi dari Stasiun Kota Baru.

Untung saja, peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan kecelakaan atau korban jiwa.

"Kalau kejadiannya mesti di malam Kamis legi atau Jumat legi."

"Waktunya juga di atas jam 13:00 WIB sampai sebelum Maghrib."

"Waktu tersebut yang selalu ditandai oleh warga sekitar," ungkapnya.

Di sisi lain, kejadian kecelakaan kereta api yang menabrak kendaraan bermotor juga sering terjadi di persimpangan Kotalama Kota Malang.

Pria yang sejak tahun 80 an tinggal dibantaran rel kereta api itu telah mendengar tiga kali kasus tabrakan kereta api dengan kendaraan bermotor maupun kejadian warga yang terserempet kereta api.

Pertama kejadian di tahun 2003 dan 2004 sebelum fly over Kotalama dibangun.

Kasus pertama ialah kereta api lokomotif menabrak taksi.

Dan kasus kedua kereta api menabrak truk yang menyebabkan korban jiwa dan tabrakan beruntun.

"Pokoknya yang sering itu sebelum adanya fly over Kotalama."

"Sesudah itu tidak ada kasus lagi."

"Palingan ya rangkaian gerbong kereta jalan sendiri seperti kemarin dan di tahun 2011 silam," ucapnya.

Sempat diteror korban kecelakaan kereta api.

Di sekitar tahun 2000 an, Bunyamin mengatakan, ada seorang warga yang tinggal di bantaran rel kereta api tertabrak kereta api yang sedang melaju.

Pada saat itu, korban habis mandi dan tiba-tiba tidak sengaja tersrempet gerbong kereta api yang sedang melaju kencang.

Seusai kejadian, warga yang tinggal di bantaran kereta api sempet mengalami kejadian aneh ketika lewat tengah malam.

Ada yang mengetuk rumah warga tiap malam hari, meski saat dibuka, di luar rumah tidak ada orang sama sekali.

Kejadian mistis tersebut berlangsung beberapa hari setelah korban kejadian kecelakaan tersebut.

"Hampir sekampung ini rumahnya diketuk. Bahkan saya pernah ditampakkan wujudnya."

"Ya itu korban kecelakaan itu, terus saya suruh masuk ke kamar dan kemudian saya bacakan surat yasin," ucapnya.

Adanya kejadian mistis tersebut tidak membuat Bunyamin gugup ataupun takut.

Dia mengaku sudah biasa mendapatkan godaan oleh sesuatu yang tidak masuk akal.

Seperti bunyi klakson mobil yang terparkir di depan rumahnya saat malam hari.

Maupun dentuman suara besi yang berada di sekitar rumahnya.

"Kalau ada hal semacam itu saya malah biasa saja."

"'Mereka' malah saya anggap menemani saya. Dan kejadian seperti bunyi itu kadang ada sampai sekarang," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved