Breaking News:

Fenomena Awan Melingkar Seperti Cincin di Langit Kediri Viral di Facebook, BMKG Beri Penjelasan

Belum lama ini terjadi fenomena awan melingkar seperti cincin di langit Kediri berhasil viral di Facebook. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
Facebok/Yen Nia
Fenomena Awan Melingkar Seperti Cincin di Langit Kediri Viral di Facebook 

Secara umum, lubang pada awan tersebut lebih tampak banyak di lapisan altocumulus yang terbentuk ketika pesawat terbang melalui lapisan awan kumuliform yang tipis dan memicu glasiasi.

Tangkapan layar unggahan yang menampilkan foto awan melingkar berbentuk cincin di Kediri, Jawa Timur.
Glasiasi sendiri merupakan istilah untuk partikel awan yang berubah dari tetesan air menjadi partikel es.

"Efek domino ini menciptakan celah di awan, tempat partikel es turun di ketinggian, dan terkadang melengkung karena kecepatan angin yang berbeda di ketinggian yang berbeda-beda," ucap Hary.

Awan cavum dapat ditemukan di antara tiga jenis awan, yakni cirrocumulus, altocumulus, dan stratocumulus.

Ketiga jenis awan cavum tersebut di dalam ilmu cuaca disebut dengan "Cirrocomulus Cavum", "Altocomulus Cavum", dan "Stratocomulus Cavum" yang masing-masing disingkat menjadi Cc cav, Ac cav, dan Sc cav.

"Pembentukan awan cavum cukup mudah diidentifikasi karena penampakannya yang berputar. Tampak seperti lubang raksasa di lapisan awan dengan aksen gumpalan virga yang jatuh di bawah lubang," papar Hary.

Hary menjelaskan, awan cavum ini memiliki beberapa julukan, yaitu fallstreak hole, hole punch cloud, cloud cavity, skypunch cloud, cloud canal, cloud hole, dan mungkin lainnya.

Adapun istilah fallstreak hole adalah yang paling populer di antara kelompok tersebut dan paling tepat menggambarkan formasi tersebut.

"Karena fallstreak (nama lain untuk cirrus atau virga gumpalan) ditemukan di bawah lubang di lapisan awan," tutup Hary.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved