Berita Surabaya Hari Ini

ITS Kembangkan Riset Kompor Pintar, Pakai Daya Listrik Mulai 200 Watt Hingga 2200 Watt

Kompor pintar ini diklaim memiliki efisiensi sebesar 78 persen, sehingga lebih efisien dari kompor gas.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
ISTIMEWA
Demo memasak menggunakan unit kompor listrik dari PT Indonesia Power yang diselenggarakan di halaman Gedung Rektorat ITS 

Penulis : Sulvi Sofiana , Editor : Dyan rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan PT Indonesia Power (IP) menghadirkan kompor listrik yang aman dan efisien untuk digunakan masyarakat.

Direktur Utama PT IP, Muhammad Ahsin Sidqi menyampaikan kerjasama sebagai program CSR ini dilakukan sebagai bentuk inovasi seperti halnya transformasi PT PLN (Persero) dalam menyokong kebutuhan listrik di tanah air.

“Sebagai anak perusahaan, kami mengikuti arahan PLN untuk mengembangkan transisi energi yang mudah digunakan, sehingga masyarakat dapat menikmatinya,” terang lelaki yang kerap disapa Ahsin ini.

Ahsin menambahkan, kompor pintar ini memiliki efisiensi sebesar 78 persen, sehingga lebih efisien dari kompor gas.

Kompor ini pun nantinya dirasa akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dari segala kelas karena fleksibel dan dapat disesuaikan dengan tingkat daya listrik setiap rumah mulai dari 200 W hingga 2200 W.

“Nantinya, dari riset ITS, diharapkan akan mengukur lebih lanjut tingkat efisiensinya,” ucapnya.

Menyambut baik sinergisitas ini, Rektor ITS, Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menilai rekam jejak hubungan ITS dan PLN Group terbilang cukup dekat.

Kedekatan ini semakin berlanjut dan harapannya bisa terus memberikan manfaat bagi bangsa, negara, dan institusi.

Dirinya mengakui transisi energi tentang kompor pintar ini menjadi suatu hal yang menarik perhatian.

“Sehingga kami akan mencoba untuk melakukan reverse-engineering,” tutur rektor yang kerap disapa Ashari ini.

Dengan memegang konsep dari PT IP, Guru Besar Teknik Elektro tersebut mengatakan bahwa ITS telah menyiapkan beberapa dosen ahli dalam penelitian ini, salah satunya adalah ahli listrik bertegangan tinggi.

Antusiasme dari para ahli di ITS, termasuk di antaranya yang terkait dengan bidang ahli kelistrikan ini seperti Departemen Teknik Elektro dan Teknik Mesin sangat besar dan langsung tertarik sekaligus bersedia melakukan riset.

“Mudah-mudahan bisa menjadi produk lokal dari ITS karena ITS sedang bertekad untuk fokus pada inovasi,” ujarnya.

Sejalan dengan visi electric-lifestyle yang disampaikan pihak PLN, Ashari menilai hal ini sesuai dengan produk-produk yang telah dikembangkan ITS melalui empat klaster dari Science Techno Park (STP) ITS.

Ashari mengatakan ITS menerima kompor pintar ini dengan rasa penasaran dan akan segera mencoba untuk merekonstruksi dengan komponen local.

Sehingga bisa dibuat lebih murah, mudah, dan berkapasitas banyak agar dapat diterima masayarakat.
Tentunya, lanjut Ashari, hal ini akan menjadi sebuah perubahan yang luar biasa kalau bisa diimplementasikan dalam waktu dekat.

“Kami atas nama ITS mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama, semoga hasilnya dapat diterima dan dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved