Berita Surabaya Hari Ini

Ajaib, Surat Keterangan Rapid Test Palsu Bisa Lolos Validasi KKP Surabaya, Polisi Incar Pelaku Lain

Polisi menyoroti surat palsu yang terstempel dengan tulisan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Surabaya Valid berwarna merah di pojok kiri bawah.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Firman Rachmanudin
Stempel Valid berwarna merah dari KKP Surabaya di bagian kiri bawah surat keterangan hasil rapid test palsu (Foto kiri) dan Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Anggi Saputra saat menunjukkan barang bukti sindikat pemalsu surat rapid test, Senin (21/12/2020). 

Penulis : Firman Rachmanudin , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Polisi mendalami kebradaan sindikat pembuat dan penjual surat keterangan hasil rapid test palsu yang diduga bisa melibatkan unsur pegawai instansi pemerintah dan BUMN.

Keterlibatan oknum dalam sindikat surat keterangan hasil rapid test palsu ini masih diselidiki, terlebih setelah didapati adanya sebuah stempel validasi asli yang ditemukan dalam surat keterangan rapid tes palsu itu.

Polisi juga menelusuri aliran dana hasil pembuatan surat keterangan rapid tes palsu dengan kop sura Dr. Nurul Hidayah itu.

Polisi menyoroti kemungkinan keterlibatan institusi lainnya dalam praktik pemalsuan surat itu.

Polisi menyoroti surat palsu yang terstempel dengan tulisan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Surabaya Valid berwarna merah di pojok kiri bawah.

"Surat tersebut memang palsu, termasuk stempel dokter dan tanda tangan yang digunakan itu dipalsukan. Namun untuk validasi dari KKP itu yang asli," kata Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Anggi Saputra, Senin (21/12/2020).

Validasi itu diduga dilakukan KKP Surabaya tanpa mengkonfirmasi keaslian surat keterangan tersebut.

"Yang pasti penumpang yang membawa surat palsu itu naik ke kapal. Sebelumnya surat itu ditunjukkan ke bagian pemeriksaan KKP Surabaya untuk di validasi," sebutnya.

Disinggung terkait, ratusan surat palsu yang menghantarkan penumpang bepergian tanpa tes rapid semestinya itu dengan keterlibatan KKP Surabaya, polisi masih terus mendalami.

"Kami masih dalami dan kembangkan. Seperti yang bu Kapolres sampaikan, kami akan kembangkan apakah nanti menyangkut BUMN yang terlibat atau institusi lain, masih terus kami dalami," tegasnya.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved