Fakta-fakta Video Syur Pejabat DPRD: Dibuat di Kamar Hotel dan Penyebar Terancam 6 Tahun Penjara

Cuplikan video syur berdurasi 12 detik yang viral di facebook ini diduga melibatkan anggota DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Kolase Tribun Timur
Fakta-fakta Video Syur Pejabat DPRD yang Viral di Media Sosial 

SURYAMALANG.COM - Inilah fakta-fakta video syur pejabat DPRD yang viral di media sosial beberaoa waktu terakhir. 

Cuplikan video syur berdurasi 12 detik yang viral di facebook ini diduga melibatkan anggota DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Dalam video syur pejabat DPRD berdurai 12 detik tersebut, terlihat seorang perempuan berinisial M (38) sedang melakukan adegan mesum di dalam kamar hotel dengan anggota DPRD Pangkep berinisial AR.

Setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik, polisi akhirnya turun tangan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, dua orang pelaku yang sengaja menyebarkan video syurtersebut akhirnya ditangkap.

Kedua pelaku diketahui adalah M yang tak lain adalah pemeran perempuan dalam video tersebut.

Sedangkan satunya lagi berinisial SAR (38).

Ilustrasi - Fakta-fakta Video Syur Pejabat DPRD: Dibuat di Kamar Hotel dan Penyebar Terancam 6 Tahun Penjara
Ilustrasi - Fakta-fakta Video Syur Pejabat DPRD: Dibuat di Kamar Hotel dan Penyebar Terancam 6 Tahun Penjara ()

Berikut rangkuman fakta-fakta video syur pejabat DPRD dikutip dari Kompas.com artikel "Fakta Video Mesum Anggota DPRD Pangkep, Viral di Media Sosial, 2 Pelaku Ditangkap".

AR Membantah

Sosok pemeran laki-laki dalam video tersebut diduga adalah ketua PDIP Pangkep yang juga menjabat sebagai anggota DPRD berinisial AR.

Namun demikian, AR membantah bahwa pemeran laki-laki dalam video tersebut adalah dirinya.

"Sekarang semua bisa direkayasa melalui komputer, apalagi cuma video seperti yang beredar itu," terangnya, Senin (2/11/2020).

Ia menilai video tersebut sengaja diedarkan oleh lawan politiknya untuk menjatuhkan calon yang diusungnya dalam Pilkada 2020.

"Ini merupakan jebakan politik untuk menjatuhkan calon yang diusung oleh Partai kami," ungkapnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved