Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

30 Persen Tamu Batalkan Pesanan Hotel, PHRI Kota Malang: Imbas Aturan Wisatawan Wajib Rapid Test

Aturan rapid test antibodi berdampak terhadap penurunan okupansi hotel di Kota Malang

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: isy
Tribun Jatim/ Kukuh Kurniawan
Ilustrasi - Tamu Hotel Tugu Malang saat memakai hand sanitizer yang disediakan 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Adanya aturan yang mengharuskan wisatawan dari luar Kota Malang untuk membawa hasil rapid test antibodi berdampak terhadap penurunan okupansi hotel di Kota Malang.

Aturan tersebut telah dibuat oleh Wali Kota Malang melalui Surat Edaran (SE) nomor 34 Tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol kesehatan atau pendatang dari luar kota yang menginap di hotel dan sejenisnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan banyak dari para tamu hotel yang membatalkan kunjungannya di Kota Malang.

Pembatalan tersebut imbas dari adanya aturan yang mengharuskan tamu dari luar kota untuk menunjukkan hasil rapid test antibodi.

"Pembatalan kalau kami rekap ada sekitar 20-30 persen. Dari hotel ada yang bilang setengah, ada juga yang masih jalan," saat dihubungi, Rabu (23/12).

Agoes menyampaikan, bahwa sejak adanya SE Wali Kota Malang nomor 34 Tahun 2020, hotel-hotel atau tempat penginapan di Kota Malang telah melakukan sosialisasi kepada tamu yang akan menginap.

Sosialisasi tersebut dilakukan melalui telepon ataupun chat melalui aplikasi pesan teks.

"Kalau tanggapannya dari tamu ada yang menyadari dan mengikuti aturan, tapi ada juga yang membatalkan," terangnya.

Dengan adanya aturan tersebut, Agoes pun meminta kepada semua pihak agar sama-sama menjaga kesadarannya karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Dia juga berharap, nantinya akan ada solusi yang baik untuk meningkatkan kembali gairah wisata di Kota Malang.

Mengingat, saat ini merupakan libur panjang Natal dan Tahun Baru yang diprediksi, bakal ada lonjakan wisatawan yang akan datang ke Kota Malang.

"Target okupansi kami 50 persen. Tapi semoga saja bisa lebih. Intinya itu kita semua sama-sama menjaga kesadaran, dan kami dari hotel tetap semangat serta memaklumi semua yang ada. Kalau baik, pasti tidak ada masalah," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved