Breaking News:

Berita Mojokerto Hari Ini

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Jetis dan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto, Sawah Gagal Panen

hasil pemetaan dan pemantauan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD menyebut banjir dipicu adanya peningkatan debit anak Kali Lamong di sejumlah titik

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni
Kondisi banjir merendam Desa Banyulegi di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Senin (28/12/2020). 

Penulis : Mohammad Romadoni , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Sebanyak sepuluh dusun dari dua kawasan di Kecamatan, Dawarblandong dan Jetis, Kabupaten Mojokerto kembali terendam banjir hingga Senin (28/12/2020).

Paling parah banjir dari luapan sungai akibat hujan intensitas tinggi itu merendam wilayah langganan banjir yaitu di Kecamatan Dawarblandong.

Dihimpun data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dua Kecamatan terdampak yakni Kecamatan Jetis dan Kecamatan Dawarblandong, pada Senin (28/12/2020).

Adapun lokasi terdampak banjir di tujuh dusun, Kecamatan Dawarblandong, yaitu
Dusun Ngarus, Dusun Banyulegi, Dusun Glagah, Desa Banyulegi. Dusun Klanting, Dusun Beru, Dusun Pulo, Desa Pulorejo. Serta Dusun Suru/Desa Suru.

Sedangkan, banjir di Kecamatan Jetis merendam kawasan Dusun Kaliasin, Desa Bendung, Dusun Bendo, Desa Jolotundo, Dusun Bantengan dan Desa Bendung.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan banjir merendam dua Kecamatan karena luapan sungai saat terjadi hujan intensitas tinggi, pada Minggu malam (27/12/2020) sekitar 1,5 jam.

"Kondisi air sungai mulai meluber ke permukiman penduduk sekitar pukul 18.30 WIB yang berlahan surut dini hari sekitar pukul 02.00 WIB," jelasnya, Senin (28/12/2020).

Menurut dia, hasil pemetaan dan pemantauan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD menyebut banjir dipicu adanya peningkatan debit anak Kali Lamong di sejumlah titik sungai sehingga meluber merendam jalan dan permukiman setempat.

"Beberapa daerah kini masih tergenang dan sebagian sudah surut," ungkapnya.

Zaini menyebut ratusan rumah di dua Kecamatan terdampak banjir.

Selain itu, bencana banjir juga berakibat kerusakan di beberapa jembatan dan jalan.

"Rumah dan area persawahan terendam banjir ada yang gagal panen," terangnya.

Ditambahkannya banjir dari luapan sungai juga berdampak menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

"Kerusakan rumah terdampak banjir masih kita lakukan kajian dan koordinasi bersama instansi terkait penanganannya," tandasnya don/ Mohammad Romadoni. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved