Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Cegah Klaster Pariwisata, Pengelola Wisata Jatim Diminta Batasi Wisatawan saat Libur Tahun Baru 2021

Pengelola pariwisata di Jawa Timur diminta melakukan pembatasan kunjungan wisatawan selama Libur Tahun Baru 2020.

SURYAMALANG.COM/Erwin Wicaksono
Wisata Alam Sumber Maron, Desa Karangsuko, Kabupaten Malang dibanjiri pengunjung pada libur Pilkada, Rabu (9/12/2020). Pantauan di lokasi, pengunjung padati Sumber Maron sedari pagi. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pengelola pariwisata di Jawa Timur diminta melakukan pembatasan kunjungan wisatawan selama Libur Tahun Baru 2020.

Pembatasan tersebut menyesuaikan SE Gubernur Nomor 800/23604/118.5/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Libur Hari Raya Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 Pada Urusan Kebudayaan dan Pariwisata.

"Pelaku usaha pariwisata menyesuaikan SE, disamping menunjukan surat hasil rapid antigen," kata Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur ( Disbudpar Jatim ) Tri Bagus Sasmito kepada TribunJatimTravel (grup SURYAMALANG.COM), Senin (28/12/2020).

Bagus mengatakan pembatasan kunjungan diberlakukan seiring peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Sebanyak enam daerah di Jawa Timur yaitu Malang, Banyuwangi, Jember, Kediri, Tuban dan Blitar masih berstatus zona merah.

Daerah dengan zona merah maksimal 25 persen, zona orange maksimal 50 persen, zona kuning maksimal 75 persen dari kapasitas kunjungan harian.

Pembatasan kunjungan wisatawan juga diberlakukan bagi hotel dan penginapan.

Setiap hotel, akomodasi dan destinasi wisata juga wajib memperketat protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh dan menunjukan hasil negatif untuk PCR SARS-CoV2 dan test Rapid Antigen/Antibodi dengan hasil non reaktif.

Selain memperketat protokol kesehatan dan pembatasan kunjungan destinasi wisata, Pemprov Jatim juga memberlakukan penutupan fasilitas kolam renang.

Selain itu, diberlakukan larangan pesta Tahun Baru maupun kegiatan yang mengundang massa maupun kerumunan.

"Kami mempertimbangkan kondisi jumlah kasus Covid-19 yang masih relatif tinggi di Jatim. Sekarang mau tidak mau diberlakukan seperti itu, supaya sektor pariwisata tidak menjadi klaster baru," tutup Bagus. (NURIKA ANISA)

Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved