Beda Gejala Covid-19 yang Dialami Syekh Ali Jaber, AA Gym & Yusuf Mansur: Pusing & Pakai Alat Bantu
Ketiga ulama besar Indonesia yang terinveksi virus corona ini menjelaskan gejala Covid-19 yang berbeda ketika dinyatakan positif.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Intip beda gejala Covid-19 Syekh Ali Jaber, AA Gym dan Ustaz Yusuf Mansur.
Ketiga ulama besar Indonesia yang terinveksi virus corona ini menjelaskan gejala Covid-19 yang berbeda ketika dinyatakan positif.
Ada yang merasakan badannya terasa berat, pusing hingga membutuhkan alat bantu pernapasan.
Setelah sebelumnya banyak artis Tanah Air yang dinyatakan positif Covid-19, kini gilaran para ulama Indonesia yang terpapar virus corona.

Ada Ustaz Yusuf Mansur, AA Gym, hingga Syekh Ali Jaber mengabarkan jika mereka terpapar Covid-19.
Inilah rangkuman gejala Covid-19 yang dirasakan oleh Ustaz Yusuf Mansur, Aa Gym dan Syekh Ali Jaber yang berhasil SURYAMALANG.COM rangkum dari berbagai sumber:
1. Ustaz Yusuf Mansur

Ustaz Yusuf Mansur Positif Covid-19 (Instagram @yusufmansurnew)
Awal gejala Covid-19 yang dialami oleh Ustaz Yusuf Mansur adalah merasakan badannya berat.
Pada Kamis (10/12/2020) Ustaz Yusuf Mansur menyatakan dirinya positif terpapar Covid-19 dan saat itu juga ia langsung menjalani karantina di rumahnya.
Setelah beberapa hari menjalani masa karantina, Ustaz Yusuf Mansur dipindahkan ke RSPAD yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19.
Ustaz Yusuf Mansur menceritakan bagaimana perjuangannya menghadapi virus tersebut.
"Saat di tanggal 9 sampai dengan 12, itu berat-beratnya. Doa dari banyak orang, terutama orang-orang tua, keluarga di rumah, kawan-kawan dekat, para guru, para jamaah, yang udah dengan tulus ikhlas, itu yang membuat saya masih bisa enteng," bebernya.
Yusuf Mansur juga menuturkan kondisinya ketika masih menjalani karantina di rumah.
Ia merasa nafasnya sangat berat, hal itu membuat dirinya kesulitan melakukan hal-hal kecil.
"Waktu masih di rumah, dipake berdiri, jalan, dan sikat gigi, rasanya kayak jalan naek gunung, nggak sepadan," terangnya.
Sang pendakwah pun sempat mengenakan alat bantu oksigen dan infus.
Namun setelah 11 hari menjalankan perawatan, Ustaz Yusuf Mansur akhirnya diperbolehkan kembali ke rumah.
Meski telah diperbolehkan pulang, dirinya harus tetap menjalankan isolasi mandiri di rumah.
Dan baru diizinkan untuk melakukan aktivitas seperti biasa setelah melakukan tes swab lanjutan.
2. Aa Gym Pusing

Ustad kondang asal Bandung Aa Gym umumkan dirinya positif virus covid-19, beberkan kondisi kesehatannya sekarang, Selasa (29/12/2020) pagi. (Tangkapan Layar Youtube Aa Gym Official)
Awal gejala Covid-19 yang dialami oleh Aa Gym adalah merasakan batuk namun tidak sesak napas.
Dai kondang, Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengumumkan terpapar covid-19 setelah menjalani swab test.
Melalui Instagram, Aa Gym menjelaskan kondisi kesehatannya.
Aa Gym mengaku suhu tubuhnya normal. Ia menunjukkan angka yang tertera di termometer.
"Ini suhu masih bagus 36,3," katanya.
Dari gejala Covid-19, Aa Gym mengalami batuk.
Pendakwah terkenal itu tidak mengalami sesak napas.
"Kondisi Aa sekarang secara umum hanya batuk kendalanya. Ini bagus alhamdulillah tidak ada sesak, tidak ada pusing yang berlebihan.
Hanya pagi ini agak sedikit pusing karena semalam baru sampai jam 11-12 malam jadi tidur sangat dikir, jam 3 sudah bangun," katanya.
Aa Gym tidak merasakan sakit namun kesehatannya menurun setelah berkegiatan.
Pada hari Sabtu, Aa Gym memutuskan untuk memeriksakan diri.
Diagnosis awal menyatakan Aa Gym hanya terlalu lelah sebab berdasarkan hasil rapif test, ia nonreaktif.
"Hari Jumat pagi mau bersepeda tapi tidak mau terlalu capek.
Jumatan di halaman luar Masjid Salman, di Taman yang tidak banyak orang. Hari Sabtu menjelang kembali ke Jakarta merasa unfit, ingin diinfus.
Diinfus, vitamin dan dirapid dan hasilnya Hari Sabtu itu nonrekatif diduga kelelahan sehingga dianjurkan istirahat."
Meski hasilnya nonreaktif, Aa Gym berinisiatif melakukan isolasi mandiri.
"Akhirnya memutuskan inisiatif saja, isolasi mandiri di satu tempat yang sepi jauh dari orang-orang.
Malam minggu sudah isolasi mandiri tidak mau kontak. Hari Senin full menyendiri nunggu giliran diswab."
Kemudian, pada Hari Selasa, Aa Gym dinyatakan positif Covid-19.
"Hasi Selasa swab, bersama anak, ditemani terus, sama-sama pakai masker. Diswab termasuk santri juga yang biasa mendampingi.
Dan tadi malam didapat hasilnya, anak negatif, tidak kena Covid-19 dan Aa positif Covid-19. Semuanya ini qadarullah sudah berusaha sedisiplin mungkin, mengajak orang disiplin," tuturnya.
3. Syekh Ali Jaber

Awal gejala Covid-19 yang dialami oleh Syekh Ali Jaber bahkan mengharuskan sang ulama untuk memakai alat bantu pernapasan.
Kabar Syekh Ali Jaber positif Corona itu diketahui dari akun Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber, Selasa (29/12/2020).
Melalui media sosial tersebut, pemilik nama asli Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini meminta dukungan doa jemaah agar dapat sembuh dari Covid-19.
Ulama sekaligus penceramah kondang Syekh Ali Jaber mengungkap kronologi dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan langsung Syekh Ali Jaber melalu akun media sosial facebook miliknya yang sudah terverifikasi, Selasa (29/12/2020).
Dalam unggahan video, tampak Syekh Ali Jaber terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan menggunakan alat bantu pernapasan.
Mengenakan kaus berwarna merah, Syekh Ali Zaber mengaku dirinya tidak menyangka dirinya positif Covid-19.
"Alhamdullilah, Innalillahi waa innailaihi rojiun. Subhanallah. Nggak nyangka, padahal sering swab, sudah berkali-kali dan selalu negatif," kata Syekh Ali Jaber dilansir dari video yang diunggah, Selasa (29/12/2020).
Ia pun mengungkap kronologi dirinya dinyatakan positif Covid-19.
Beberapa hari sebelum dinyatakan positif Covid-19, Syekh Ali Jaber mengalami demam dan batuk.
Namun, ia menganggap saat itu hanya demam biasa.
"Saya minum obat untuk mengurangi panas, kemudian obat batuk. Saya juga minum madu dan lain sebagainya," katanya.
Kemudian, ia pun diminta untuk melakukan swab test kembali.
"Tapi Subhanallah, Qadarullah saya disuruh swab lagi . saya tidak merasa sama sekali akan positif. Maka saya diswab saja, datang ke rumah, kemudian ternyata hasilnya positif," katanya.
Setelah dinyatakan positif Covid-19 dirinya menjalani karantina mandiri.
Namun, saat menjalani karantina mandiri, ia merasakan demam naik turun disertai batuk dan sesak nafas.
"Semenjak itu mulai demam lagi, panas naik turun, kemudian batuk, sampai sesak nafas. Ketika sudah sesak nafas, sudah tidak kuat lagi untuk karantina mandiri, saya langsung dibawa ke rumah sakit," katanya.
Saat ini dirinya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan keadaannya sudah cukup stabil, meskipun ia masih mengeluhkan sesak nafas.
Ia mengaku selama ini dirinya sudah disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan virus corona.
"Coba bayangkan, saya jarang ketemu siapa-siapa, kalau pun ketemu saya selalu mematuhi protokol jaga 3M, kemudian menjauh dari kerumunan dan keramaian. Tapi Subhanallah kalau sudah Qadarullah wal hadhr ia yunji minal qadar. Kalau sudah ditakdirkan oleh allah pasti datang ujian," ujarnya.
Ia pun berdoa semoga apa yang dialaminya menjadi penghapus dosa untuk dirinya dan menjadi hikmah.
"Mudah-mudahan melalui ujian ini saya dapat diampuni segala dosa dan dinaikkan derajat dan menjadi hikmah serta pelajaran," ujarnya.
Ia pun meminta keluarga termasuk jemaah untuk mendokan dirinya agar cepat sembuh.
"Saya harap semua keluarga dan sahabat, jemaah tolong doakan agar Allah berikan yang terbai dan mudah-mudahan ujian ini berlalu," katanya.