Breaking News:

Advertorial

Mengulik Jalan Jendral Basuki Rachmat Kota Malang dari Masa ke Masa

Kawasan Kayutangan masih menyimpan bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda di Kota Malang hingga kini.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Kondisi terkini di Simpang Empat PLN, Kota Malang 

Sementara di seberang jalan yang saat ini diisi bangunan Whiz Prime Hotel, sebelumya merupakan bangunan toko radio.

"Toko radio Srikandi dulunya adalah tempat berkumpulnya warga kalau ada pidato dari presiden Soekarno," jelasnya.

Kemudian terus bergeser ke selatan arah alun-alun Kota Malang, ada toko Rajabali dan Toko India.

"Yang di depannya lagi itu seingat saya adalah Bank juga, tapi Bank apa saya lupa namanya," kata Rudi Haris.

Kondisi terkini di Simpang Empat Rajabali, Kota Malang, Kota Malang
Kondisi terkini di Simpang Empat Rajabali, Kota Malang, Kota Malang (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo)

Sisi timur agak selatan, diucapkan Rudi ada toko lido. Lido adalah toko mainan anak-anak, tapi saat ini sudah tutup.

Terus bergeser ke arah Kayutangan Gang VI.

"Terdapat toko Darmaniaga, Apotek Banteng, Toko Srikandi yang sekarang kosong, milik Honda Candra dulu, jadi semua dibeli, semua toko-toko itu untuk dealer Honda," katanya.

Terus jalan ke selatan, ada toko ria. Toko ria merupakan toko aksesoris, ramai sekali pada tahun 70-an.

"Sebelah selatan sedikit, di situ ada Bioskop Merdeka, depannya kantor PLN ada toko Oen masih tetep, patung Chairil Anwar masih tetep seperti dulu," ucapnya.

Dulunya area tersebut disebut jalan Kayutangan, sekarang berganti dengan Jl. Jendral Basuki Rachmat.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved