Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Bupati Malang Waspadai Peredaran Cabai Cat Merah, Sejauh Ini Masih Aman, Belum Ditemukan

Sanusi menyarankan supaya pihak berwajib langsung melakukan penangkapan apabila ditemukan tindak pidana pemalsuan cabai itu.

SURYAMALANG.COM/Erwin Wicaksono
Bupati Malang, Muhammad Sanusi menjadi salah satu kepala daerah di Malang Raya yang masih dalam kondisi sehat. 

Penulis : M Erwin Wicaksono , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi turut mewaspadai peredaran cabai bercat merah yang ditemukan beredar di Jawa Tengah.

Penemuan barang berbahaya tersebut juga mengundang atensi Pemerintah Kabupaten Malang.

Sejauh ini, Sanusi menyatakan jika pihaknya belum menemukan cabai bercat merah di pasaran Kabupaten Malang.

"Belum ada laporan dari dinas terkait terkait adanya kasus tersebut," ujar Sanusi ketika dikonfirmasi.

Sanusi menyarankan supaya pihak berwajib langsung melakukan penangkapan apabila ditemukan tindak pidana pemalsuan cabai itu.

"Jika memang di sini ada yang seperti itu maka langsung ditangkap saja," ujar Sanusi.

Sanusi memerintahkan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Kabupaten Malang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang agar segera melakukan pemantauan.

Tujuannya, mengawasi kemungkinan adanya pedagang nakal.

Di sisi lain, Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto, menyatakan belum menerima informasi kasus cabai bercat merah di wilayahnya.

Agung menegaska pernyataannya itu didasarkan pada kondisi nyata di pasar.

"Sampai saat ini tidak ada pengecatan cabai. Hal ini karena Kabupaten Malang memiliki hortikultura yang bagus," kata Agus.

Terakhir, Agung meminta masyarakat ikut melaporkan kepada pihak berwajib bila menemukan barang berbahaya itu.

"Siapa saja bila menemukan cabai cat merah cepat melapor ke aparat, karena kalau memang ada kejadian seperti ini sangat merugikan," tutupnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved