Breaking News:

Jendela Dunia

Donald Trump Ngotot dan Berjuang Mati-matian Demi Kursi Presiden Amerika, Padahal Dikalahkan Biden

Donald Trump Ngotot dan Berjuang Mati-matian Demi Kursi Presiden Amerika, Padahal Dikalahkan Biden

MANDEL NGAN/AFP
Donald Trump 

SURYAMALANG.COM - Donald Trump menegaskan akan 'berjuang mati-matian' untuk mempertahankan jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, petahana Donald Trump kalah dari Joe Biden dalam Pemilihan Presiden AS yang baru saja rampung digelar.

Donald Trump meminta anggota parlemen Republik untuk membalikkan kekalahannya dalam pemilihan umum atas Joe Biden, ketika mereka bersidang minggu ini untuk mengonfirmasi suara Electoral College.

“Para pemilih elektoral yang dimenangkan oleh Presiden terpilih Biden tidak akan mengambil Gedung Putih ini!" dia berteriak ketika para pendukung bersorak pada rapat umum luar ruangan di Georgia melansir AP pada Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Ngeri, Mengintip Kekuatan Militer Amerika yang Diklaim Terbaik di Dunia, Ada Jet Siluman dan Nuklir

Baca juga: Donald Trump Ngotot Menangi Pilpres Amerika, Mantan Istri Beri Teguran Keras dan Singgung Nasib Anak

Donald Trump mengumumkan tujuan perjalanan itu adalah untuk meningkatkan kandidat Senat Republik dalam pemilihan putaran hari ini.

Tetapi dia menghabiskan sebagian besar pidatonya dengan mengeluh tentang kekalahannya dalam pemilihan, dengan bersikeras mengklaim dia “menang banyak.”

Bakal Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat Joe Biden berkampanye di Renaissance High School, Detroit, Michigan, Senin (09/03/2020).
Bakal Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat Joe Biden berkampanye di Renaissance High School, Detroit, Michigan, Senin (09/03/2020). (AFP /GETTY IMAGES/MANDEL NGAN)

Sebelumnya, di Washington, Trump menekan anggota parlemen Republik untuk secara resmi menolak mengonfirmasi kemenangan Joe Biden di Electoral College dalam sesi gabungan Kongres yang akan berlangsung pada Rabu (6/1/2021).

Sebab dengan itu pengakuan diberikan atas kemenangan nasional Biden pada 3 November.

Meskipun dia tidak mendapat apa-apa selain sorakan pada Senin malam, upaya Trump untuk membatalkan pemilihan presiden memecah Partai Republik.

Beberapa anggota parlemen Partai Republik mendukungnya terus maju, meskipun ada banyak kecaman dari pejabat saat ini dan mantan pejabat partai yang memperingatkan bahwa upaya itu merusak kepercayaan orang AS pada demokrasi.

Halaman
123
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved