Rabu, 6 Mei 2026

Benar-Benar Nekat, Kapolri Idham Azis Ingatkan Jokowi, Singgung Pergantian Kapolri dan Masa Pensiun

Kapolri Idham Azis mengingatkan Presiden Jokowi soal masa pensiunnya yang akan habis. Ia juga meminta Presiden Jokowi memproses penggantinya.

Tayang:
Editor: Bebet Hidayat
Kompas.com
Benar-Benar Nekat, Kapolri Idham Azis Ingatkan Jokowi, Singgung Pergantian Kapolri dan Masa Pensiun 

Benar-Benar Nekat, Kapolri Idham Azis Ingatkan Jokowi, Singgung Pergantian Kapolri dan Masa Pensiun

SURYAMALANG.COM - Berbeda dari pendahulunya, menjelang masa pensiun, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis berani dan nekat mengingatkan Presiden Jokowi soal ini.

Kapolri Idham Azis mengingatkan Presiden Jokowi soal masa pensiunnya yang akan habis. Ia juga meminta Presiden Jokowi memproses penggantinya.

Sikap Idham Azis itu justeru mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI dari PDIP, Arteria Dahlan.

Baca juga: Jadi Orang Indonesia Pertama yang Divaksin, Jokowi Tegaskan Bahwa Vaksin Covid-19 Halal dan Aman

“Itu merupakan salah satu perwujudan sikap Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya)," kata Arteria kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Tidak hanya itu, politisi PDI Perjuangan ini melihat apa yang dilakukan Idham Azis menunjukan bahwa sosok jenderal asal Bugis itu tulus bekerja dan mengabdi kepada negara.

Untuk itu, Arteria berharap sikap Idham Azis ini dapat dijadikan contoh bagi pajabat lain.

"Pak Idham sangat menunjukan sikap tulus bekerja yang hanya mengabdi kepada negara dan bangsa," katanya.

"Karena banyak juga yang mau pensiun malah cawe-cawe, manuver untuk minta di perpanjang," pungkas Arteria.

Kapolri Idham Azis secara resmi mengajukan surat pemberitahuan akan memasuki pensiun pada Februari 2021 mendatang.

Surat itu diberikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 4 Januari 2021 lalu.

Dalam surat tersebut, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu tidak menyebut nama calon pengganti Kapolri.

“Ya benar, Bapak Kapolri sudah ajukan surat ke Presiden yang isinya pemberitahuan kalau umur beliau sudah 58 tahun," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

"Dan terhitung tanggal 1 Februari 201 memasuki purna bakti. Ini sesuai UU Polri 2/2002,” lanjut Argo.

Argo menjelaskan, surat pemberitahuan tersebut diberikan kepada Presiden Jokowi melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

“Surat tersebut sudah diserahkan kepada Mensesneg Pratikno," pungkasnya.

Calon Pengganti belum jelas

Memasuki hari ke-7 Januari 2021, bursa pengganti Kapolri Jenderal Idham Azis belum menemui titik terang padahal 01 Polri akan pensiun 1 Februari 2021.

Meski belum ada nama yang disetor Presiden Jokowi, ada beberapa nama mencuat. Meliputi Komjen Gatot Eddy Pramono, Komjen Boy Rafli Amar dan Komjen Agus Andrianto dari angkatan 1988 dan 1989.

Namun ada juga nama Irjen Fadil Imran yang mentereng dan dikabarkan segera naik pangkat bintang 3 ke Komjen.

Terkait tiga nama di atas, siapa yang paling kaya berdasarkan laporan harta ke KPK?

Berikut harta kekayaan tiga jenderal yang disebut-sebut sebagai sosok kuat pengganti Idham Azis dalam bursa calon Kapolri:

1. Komjen Pol Gatot Eddy Pramono

Gatot Eddy Pramono kini menjabat sebagai Wakapolri dan Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

Namanya disebut sebagai calon kuat Kapolri pengganti Idham Aziz.

Jenderal kelahiran Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Sebelum menjadi orang 02 di Polri, Gatot Eddy Pramono menjabat Kapolda Metro Jaya.

Dalam LHKPN-nya per 2 November 2020, Gatot Eddy Pramono memiliki harta kekayaan senilai Rp 10.784.282.700.

Baca juga: Gisella Anastasia Panggil Nobu ke Medan, Janji Kerjaan Mentereng, Lalu Rekam Video Adegan Perzinahan

Asetnya berupa tanah dan bangunan menyumbang sebagian besar harta kekayaan Gatot Eddy Pramono.

Gatot memiliki delapan bidang tanah dan bangunan yang berada di Jakarta Barat, Bogor, Tangerang, hingga Sukabumi.

Aset lainnya adalah empat unit mobil senilai Rp 1.968.000.000. Koleksi mobil termahalnya adalah Toyota Land Cruiser tahun 2013 yang bernilai Rp 903 juta.

Gatot Eddy Pramono juga masih memiliki aset lain berupa kas dan setara kas sebesar Rp 1.566.682.700.

2. Komjen Pol Boy Rafli Amar

Boy Rafli Amar kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diangkat Jokowi pada 6 Mei 2020.

Karier Boy Rafli Amar mirip seperti mantan Kapolri, Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian yang melejit setelah menjabat sebagai Kapolda Papua.

Perbedaannya, Boy lebih banyak dikenal sebagai Humas Polri.

Boy Rafli Amar lahir di Jakarta pada 25 Maret 1965 sekaligus lulusan Akpol 1988 yang berpengalaman dalam bidang reserse.

Dalam LHKPN-nya per 16 Oktober 2020, Boy Rafli Amar memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 6.451.502.663.

Aset berupa tanah dan bangunan juga menyumbang sebagian besar harta kekayaan Boy Rafli Amar.

Boy Rafli Amar memiliki 11 bidang tanah dan bangunan yang berada di Jakarta Selatan dan Lebak dengan nilai Rp 4.901.434.000.

Aset lain yang dimiliki Boy Rafli Amar adalah harta bergerak lainnya yang nilainya mencapai Rp 760 juta.

Boy Rafli Amar juga masih memunyai tiga unit mobil dengan nilai Rp 692.942.000.

Terakhir, Boy Rafli Amar memiliki aset berupa kas dan setara kas sebesar Rp 241.184.663.

3. Komjen Pol Agus Andrianto

Komjen Pol Agus Andrianto menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam).

Pria lulusan Akpol 1989 ini diketahui berpengalaman dalam bidang reserse.

Sebelum menjadi Kabaharkam, Agus Andrianto menjabat Kapolda Sumut menggantikan Komjen Firli Bahuri yang menjadi Ketua KPK.

Agus lahir di Blora, Jawa Tengah, 16 Februari 1967.

Agus sangat terkenal ketika menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada 2016, tatkala menangani kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Berdasarkan LHKPN yang diserahkan ke KPK, Agus Andrianto terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 19 Desember 2011.

Saat itu, Agus Andrianto masih menjabat sebagai Kepala Bagian Reserse Mobile (Kabagresmob) Biro Pembinaan dan Operasional (Robinops) Bareskrim Polri.

Per 2011, Agus Andrianto memiliki harta kekayaan sebesar Rp 2.797.350.000.

Rinciannya, ia memiliki satu bidang tanah di Jakarta Selatan dengan nilai Rp 2.548.350.000.

Aset lainnya adalah mobil Toyota Corolla dengan nilai Rp 60 juta.

Harta bergerak lainnya yang dimiliki Agus Andrianto sebesar Rp 16 juta serta giro dan setara kas sebesar Rp 173.000.000.

Bila dibandingkan tahun ini, kekayaan Agus Andrianto bisa jadi lebih besar atau lebih kecil dari kekayaannya per 2011.

Dengan demikian, di antara ketiga jenderal yang disebut sebagai calon Kapolri, yang paling kaya adalah Wakapolri Gatot Eddy Pramono.

Disusul Boy Rafli Amar dan Agus Andrianto bila merujuk pada daftar harta kekayaan per 2011.

Soal Irjen Fadil Imran

Pihak Mabes Polri membenarkan Jenderal Idham Azis ajukan permohonan pengganti dirinya sebagai Kapolri, kepada Presiden Joko Widodo, Senin 4 Januari 2021.

Anggota Komisi III DPR RI Supriansa Mannahawu mengatakan, Jenderal Idham Azis memasuki masa pension Januari 2021 ini dan sepertinya tidak akan diperpanjang lagi masa pengabdiannya sebagai Kapolri.

Anggota DPR RI sekampung dengan Jenderal Idham Azis itu, mengatakan banyak jenderal polisi yang lagi bersinar.

Mereka ada di level bintang dua dan berpeluang naik ke bintang, Irjen Pol menjadi Komjen Pol.

Termasuk Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Irjen Fadil Imran memang bersinar sejak dimutasi dari Kapolda Jawa Timur menjadi Kapolda Metro Jaya.

Terutama saat ketegasannya terhadap Habib Rizieq Shihab menyebar di media.

Anak buah Kapolri Idham Azis ini tetap bersinar meski diserang netizen.

Bahkan, jenderal asal Gowa, Sulawesi Selatan, Irjen Fadil Imran, disebut berpeluang segera menjadi komjen.

“Masih banyak kader-kader kepolisian yang lain yang memiliki kemampuan untuk posisi Kapolri. Sejumlah Kapolda berbintang dua juga dipandang memiliki karier yang bisa saja dalam waktu dekat bisa menempati posisi bintang tiga seperti Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, dan lain-lain," kata Supriansa Mannahawu.

Selain Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Supriansa Mannahawu juga menyebut Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Kapolda Kaltim Irjen Herry Rudolf Nahak, Kapolda Sultra Irjen Yan Sultra Indrajaya, dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam. Anak buah Kapolri Idham Azis ini juga disebut berpeluang segera menjadi bintang tiga, komjen.

Sang Bos, Jenderal Idham Azis, sendiri dinilai Supriansan Mannahawu sudah “berakhir” awal Tahun Baru 2021 ini.

Ditanya apakah Jenderal Idham Azis sudah harus pensiun awal tahun Baru 2021 ini, Supriansa Mannahawu, menjawab, “Bukan harus pensiun tapi memasuki masa pensiun pada bulan januari 2021.”

Apa masih memungkinkan "diperpanjang" masa jabatannya, seperti biasanya kepala dinas? Supriansa Mannahawu menjawab tegas, “Jika saya memperhatikan sampai saat ini belum ada pembahasan tentang perubahan aturan yang mengatur untuk posisi itu, maka saya yakin tidak ada perpanjangan.”

* Disebut Gantikan Idham Azis jadi Kapolri, Apa Kehebatan Komjen Petrus Golose? Berikut Rekam Jejaknya

Salah satu nama yang ikut disebut sebagai calon kuat Kapolri yakni Komjen Petrus Golose.

Lalu apa kehebatan jenderal polisi bintang tiga asal Manado tersebut? Seperti apa rekam jejaknya? Simak informasi lengkap di bawah ini.

Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN ), Petrus Golose, resmi naik pangkat dari Irjen menjadi Komisaris Jenderal atau Komjen.

Komjen Pol Petrus Golose merupakan satu dari belasan perwira tinggi Polri yang mendapat kenaikan pangkat dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pada Selasa (5/1/2021).

Karena pangkatnya Komjen dan baru saja mendapat promosi jabatan, Komjen Pol Petrus Golose diwacanakan masuk dalam bursa calon Kapolri.

Seperti dikutip dari laman resmi BNN, Kapolri memimpin upacara Korps Rapor kenaikan pangkat dari Jenderal bintang dua menjadi Jenderal bintang tiga yang berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta.

Adapun sebelumnya, Petrus Golose telah dilantik Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menjadi Kepala BNN RI, menggantikan Komjen Heru Winarko pada 23 Desember tahun lalu.

Lalu, bagaimana profil Petrus Golose dan sepak terjangnya?

Pria bernama lengkap Petrus Reinhard Golose ini adalah perwira tinggi Polri yang resmi melepas tugasnya sebagai Kapolda Bali.

Dari jabatan yang diemban selama sekitar empat tahun, kini Petrus Golose berdinas di luar Polri alias akan mengabdi bersama BNN.

Berikut ini rangkuman Tribunnews.com mengenai profil Petrus Golose atau Komjen Irjen Petrus Reinhard Golose dan sepak terjangnya:

Tim Tito dan Idham Azis

Petrus Golose adalah pria kelahiran Manado 27 November 1965.

Dia menyelesaikan pendidikan di Akabri (sekarang Akpol) pada tahun 1988.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998.

Kepala BNN, Komjen Pol Petrus Golose (TRIBUN BALI)
Kemudian, ia menamatkan program Magister Manajemen tahun 2002.

Irjen lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini di Bareskrim adalah Wakil Direktur II/Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri.

Sebelumnya sejak tahun 2015, ia mengemban amanat sebagai Deputi Bidang Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, yang sejak Oktober 2010 mengemban amanat sebagai Direktur Penindakan BNPT.

Petrus Golose termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azhari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.

Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto, bersama dengan para kompatriotnya, mantan Kapolri, Jenderal (Purn) Tito Karnavian lalu Kapolri Jenderal Idham Azis, serta Komjen Rycko Amelza Dahniel, dkk.

Ia juga turut serta sebagai Peace Keeping Force (UN CIVPOL) di Kamboja-UNTAC (1993) dan Bosnia (2000-2001).

Petrus Golose aktif berpartisipasi sebagai peserta dan pembicara di dalam seminar, kursus, dan workshop yang berkaitan dengan money laundering, cybercrime, pemberantasan narkoba dan teroris di dalam dan luar negeri.

Selain itu, ia juga terlibat dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, AS, Jepang, Timor Timur, New Zealand, Amerika Selatan, Kamboja, Thailand dan Philipina.

Petrus aktif terlibat dalam Panitia Kerja dan Panitia Khusus sebagai wakil dari Pemerintah RI dalam merumuskan RUU Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diundangkan menjadi UU No. 11 Tahun 2008 pada tanggal 21 April 2008.

Sejak tahun 2006, Petrus pernah menjabat sebagai Kepala Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri.

Selama kariernya, ia telah menangani dua kasus hacking di Indonesia yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, yaitu hacking website KPU dan hacking website Partai Golkar.

Ia juga telah menulis buku berjudul "Seputar Kejahatan Hacking: Teori dan Studi Kasus" pada tahun 2008.

Petrus Reinhard Golose juga peraih gelar Doktor Kajian Ilmu Kepolisian, setelah berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul "Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Hacking.

Studi Kasus: Penyidikan Tindak Pidana Hacking website Partai Golkar Oleh Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri" pada Sabtu, 7 Juni 2008.

Narkoba, Preman No Way!!

Sebelum menjabat dan dilantik sebagai Kapolda Bali pada 12 Desember 2016, Petrus Golose melakukan observasi terlebih dahulu.

Observasi yang dilakukan menjelang pelantikan sebagai Kapolda Bali boleh dikatakan sebagai sebuah inovasi dan terobosan.

Hasil observasi itulah yang kemudian menjadi commander wish Petrus Golose dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Bali.

Langkah inovatif dengan melakukan observasi sosial itu merupakan langkah awal yang kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakaan.

Kebijakan yang paling populer adalah slogannya yang dipasang di tempat-tempat strategis dengan kata-kata menarik: Narkoba, Preman No Way!!

Sebagai langkah konkret dari pesan tersebut, muncullah gebrakannya yaitu menangkap tokoh-tokoh yang dipandang preman tanpa pandang bulu, menutup tempat hiburan malam yang dipandang membahayakan dari peredaran narkoba serta membongkar sarang preman.

Bukan hanya membuat kebijakan, eksekusi dari kebijakan tersebut adalah sebuah gebrakan langsung dirasakan oleh masyarakat.

Ia kemudian mematangkan konsepnya dalam melakukan berbagai kebijakan.

Ada delapan style of leadership yang kemudian dipraktikkan di Kepolisian Daerah Baii.

Di antaranya pertama, berani tempur (selon); kedua, fun, enjoy, berani beda dan kreatif; ketiga care; keempat, down to the earth; kelima, nothing impossible, risk taker; keenam, terima kasih, jual-beli; ketujuh, update, eksis, jump out of the box, work smarter not harder; dan kedelapan, responsible.

Delapan prinsip ini kemudian yang melatari sikap dan tindakan Kapolda Bali daiam membuat pilihan kebijakannya.

Tidak mudah untuk mengemban tanggung jawab seperti itu.

Namun, berakar dari keinginan kuat untuk mencapai visi melindungi masyarakat indonesia khususnya Bali, maka hal tersebut harus dilakukan.

3 Prestasi 4 Tahun Jadi Kapolda Bali

Petrus Golose sudah melepas jabatan sebagai Kapolda Bali dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di Mabes Polri Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Petrus Golose digantikan Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra.

Kiprah pengabdian Petrus Golose selama empat tahun menjabat Kapolda Bali patut diacungi jempol dan diteruskan pejabat yang baru.

Guru Besar Hukum Pidana dan Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud), Prof Rai Setiabudhi, menilai Petrus Golose telah menorehkan sejumlah catatan luar biasa selama bertugas di Bali sejak 2016.

"Saya sangat mengamati beliau, karena kita ada kerja sama Polda Bali dan Universitas Udayana meneliti kinerja Irjen Pol Golose. Hasilnya memang luar biasa selama empat tahun menjabat Kapolda di Bali," kata Prof Rai kepada Tribun Bali, Sabtu (21/11/2020).

Menurutnya, secara umum sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepolisian menjaga kemanan, penegakan hukum dan memberi perlindungan serta pengayoman kepada masyarakat dijalankan Petrus Golose sangat baik.

"Penelitian kita lakukan dengan metode yang mendekati kebenaran, hasilnya secara umum tugas-tugas itu sudah sangat baik dilakukan,” jelasnya.

Prof Rai mencatat tiga kelebihan Golose selama menjabat sebagai Kapolda.

Pertama, memiliki komitmen yang kuat terhadap pemberantasan narkotika di Bali.

"Bali daerah wisata, tapi juga narkobanya luar biasa. Beliau tegas, saya ingat waktu kasus Akasaka beliau tegas sekali memproses dan menutup semua. Bukti yang lain banyak," ujarnya.

Prof Rai mengatakan, Petrus Golose pun memiliki komitmen tinggi dalam pemberantasan terorisme.

"Beliau pernah menjadi bagian Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) jadi sangat menguasai. Mudah mudahan ke depan Bali aman. Karena bagaimanapun dari hasil deteksi, Bali menjadi incaran teroris, syukur bisa dideteksi lebih awal, " paparnya.

Disamping itu, Golose cakap memberantas premanisme di Bali.

Hal-hal inilah, kata Prof Rai, yang harus dipertahankan dan diteruskan Kapolda Bali yang baru.

"Bali sebagai daerah pariwisata harus bebas premanisme supaya orang-orang tidak khawatir di Bali," ujarnya.

Kelebihan Golose lainnya menurut kriminolog Unud ini adalah gaya komunikasi yang elegan, baik secara internal maupun dengan pihak luar.

"Beliau sosok yang elegan, komunikatif, banyak ide, inovasinya sangat dirasakan, bukan ide saja tapi dikerjakan, diimplementasikan," ucapnya.

Kelebihan ketiga jenderal bintang dua itu adalah dalam aspek pembangunan fisik.

Petrus Golose getol membangun Markas Kepolisian Daerah Bali namun tidak meninggalkan kekhasan gaya arsitektur Bali.

"Gedung utama Polda Bali sudah lama tidak direnovasi, kemudian beliau renov besar–besaran. Inilah tiga catatan saya, beliau sangat concern terhadap komitmen dan kelebihannya tadi," demikian kata Prof Rai. (pos-kupang.com)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved