Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Jelang PSBB, Aprindo Minta Tak Ada Batasan untuk Jam Operasional Ritel

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) wilayah Timur aturan pembatasan operasional tidak diberlakukan bagi usaha mereka saat PSBB

habibur rohman/suryamalang.com
Suasana Giant Jalan Rajawali Surabaya 

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Rencana pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dimulai 11 Januari 2021 mendapat tanggapan dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) wilayah Timur.

Mereka berharap, aturan pembatasan operasional tidak diberlakukan bagi usaha mereka saat PSBB.

"Pada dasarnya pelaku ritel mendukung pemerintah dalam pemberlakukan PSBB karena menjadi pertimbangan dalam menekan kasus Covid-19. Namun, dalam PSBB itu diharapkan jam operasional tidak dibatasi," kata April Wahyu Widati, Koordinator Wilayah Timur I Aprindo, Kamis (7/1/2021).

Hal itu dikarenakan toko ritel menjadi salah satu pusat distribusi bahan pokok konsumi masyarakat.

Menurut April, bagaimanapun ritel itu melayani kebutuhan masyarakat sehari-hari karena sekarang konsumen tidak selalu belanja bulanan atau mingguan  tapi harian.

"Ini harus diantisipasi agat tidak berdampak buruk," tambah April.

Sebagai jaringan distribusi kebutuhan bahan pokok, jangan sampai kebijakan PSBB itu menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak panic buying dengan adanya PSBB.

"Saya imbau masyarakat tetap tenang, menjaga semuanya dengan baik, artinya enggak boleh ada kerumunan yang seharusnya tidak terjadi, dan tetaplah menjalankan protokol kesehatan," ungkap April.

Selama ini, ritel sudah menjalankan protokol kesehatan yang ketat, bahkan belum pernah ada klaster ritel.

April menambahkan jam operasional saat ini bisa dikatakan sudah normal.

Hanya beberapa ritel menyadari bahwa kondisi saat ini harus benar benar disikapi dengan hati-hati berkaitan dengan saving cost sehingga beberapa anggota Aprindo sudah tutup toko pada pukul 21.00 WIB.

"Di kuartal IV/2020, kondisi masih belum baik. Masyarakat masih selektif dalam berbelanja, ini juga dampak pandemi di mana banyak masyarakat kehilangan penghasilan, akibatnya daya beli menurun," tandas April.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved