Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Rusak Setelah Direnovasi Senilai Rp 5,9 M Setahun, Kepala UPT Puskesmas Beji Akui Tidak Tahu Apa-apa

UPT Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Beji mengalami kerusakan pada langit-langit bangunan, khususnya di ruang staf dan kepala TU di lantai 2

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Petugas dari Kejaksaan Negeri Batu melihat kondisi langit-langit rusak di UPT Puskesmas Beji, Kamis (7/1/2021). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Beji mengalami kerusakan pada langit-langit bangunan, khususnya di ruang staf dan kepala tata usaha (TU) pada lantai dua.

UPT Puskesmas Beji baru saja selesai direhab dan diresmikan pada 27 Desember 2019.

Anggarannya berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebanyak Rp 5,9 miliar dengan waktu pembangunan selama 127 hari.

Setahun setelah diresmikan, kerusakan terjadi. Plafon di langit-langit jebol yang informasinya mulai terjadi sejak awal Desember 2020. Ukurannya sekitar 1 meter hingga 2 meter.

Di ruangan staf, tetesan air terjadi di plafon yang jebol. Beberapa langit-langit lainnya tampak putihnya memudar, tanda kena air atau rembes.

Air yang membasahi plafon itu terlihat di ruang rapat dan juga ruang kepala puskesmas. Selain air yang membasahi plafon, ada juga retakan tembok di ruang laktasi.

Kepala UPT Puskesmas Beji, dr Muhammad Mufid saat ditemui di lokasi mengatakan tidak tahu menahu terkait kerusakan di tempatnya bekerja.

Ia juga mengaku tidak tahu apa yang menyebabkan kerusakan jebolnya plafon.

Mufid beralasan baru menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Beji pada Agustus 2020.

Ia mengatakan, jabatan itu baru diembannya meski sudah berjalan enam bulan. Mufid beralasan, biasanya jabatan kepala itu lama mulai tiga hingga empat tahun.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved