Breaking News:

Baru 2 Minggu Dilantik Jokowi, Aksi Blusukan Risma Tuai Kritik, Reaksi Menteri Sosial: Saya Kerja!

Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Tri Rismaharini, buka suara mengenai kritikan terhadapnya soal aktivitas blusukan.

Kolase/Ilustrasi
Baru 2 Minggu Dilantik Jokowi, Aksi Blusukan Risma Tuai Kritik, Reaksi Menteri Sosial: Saya Kerja! 

"Tapi blusukannya jangan hanya di Jakarta. Tunjukkan juga di Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain," kata Adi saat dihubungi, Kamis (7/1/2021).

Menurut Adi, jika Risma hanya fokus dengan masalah penyandang sosial di DKI Jakarta, maka tak heran jika muncul isu yang menyebut aksi blusukan itu hanya sebagai pencitraan demi kursi DKI-1.

Ia mengatakan, aksi blusukan Bu Risma itu juga harus diiringi dengan penyelesaian masalah yang konkret.

"Janjikan para gelandangan itu hidupnya akan layak."

"Dikasih tempat tinggal, dikasih pekerjaan, dikasih bantuan."

"Jadi blusukannya tidak melulu dituding pencitraan atau sekadar jadi tangga menuju Pilkada DKI Jakarta," ujarnya.

Jika Risma mampu melakukan itu, Adi yakin publik akan menghormati kinerja Risma sebagai Mensos dan memahami bahwa blusukan memang merupakan gaya kepemimpinannya.

"Saya kira publik akan memahami bahwa Risma bukan blusukan untuk DKI Jakarta."

"Tapi murni merpresentasikan dirinya sebagai Mensos yang memang gaya dan style politiknya blusukan," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mensos Risma: Saya Tak Blusukan, Saya hanya Lewat dari Rumah ke Kantor

Tri Rismaharini, Menteri Sosial Republik Indonesia
Tri Rismaharini, Menteri Sosial Republik Indonesia (Tribunnews)

Tanggapan Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak

Sejak dipilih Presiden Jokowi sebagai Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini langsung gerak cepat dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Mantan Wali Kota Surabaya ini pun rutin menlakukan blusukan ke sejumlah wilayah di Ibu Kota.

Aksi perempuan yang akrab disapa Bu Risma ini pun menuai banyak kritik.

Kritik ini salah satunya datang dari kalangan politisi Tanah Air.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak menuturkan, politisi seharusnya menunjukkan sikap dewasa dalam menanggapi aksi Bu Risma.

"Saya berharap para politisi menunjukkan sikap dewasa, bukan kekanak-kanakan seakan mainannya terganggu," kata Gilbert melalui keterangan tertulis, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Kota Mojokerto Kembali Zona Merah, Dindik Tegaskan Guru Wajib WFH Sampai 29 Januari 2021

Baca juga: Dua Kepgub Disiapkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Jelang Pemberlakuan PPKM di Jatim

Dia menyebut, politisi dan masyarakat memiliki persepsi yang berbeda terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh Bu Risma.

Dengan demikian, para politisi seharusnya menunjukkan kinerja karena tujuan berpolitik adalah untuk menyejahterakan rakyat.

Dengan menunjukkan kinerja yang baik, maka hal ini akan dipandang baik juga oleh masyarakat.

"Kalau kacamata politik, pasti yang protes karena merasa terancam baik pribadinya atau partainya. Kerja aja baik-baik pasti rakyat suka," ucap Gilbert.

Aksi blusukan yang dilakukan oleh mantan Wali Kota Surabaya tersebut menuai sorotan publik.

Bu Risma sempat mendatangi kolong jembatan yang ditinggali oleh pemulung di belakang kantornya di Jakarta Pusat.

Bu Risma juga berdialog dengan pemulung tersebut dan menawarinya tempat tinggal.

Setelahnya, dia menyambangi kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dan menemukan sejumlah gelandangan.

Hal ini pun menimbulkan kritikan. Salah satunya dari politisi Fahri Hamzah yang mengingatkan Risma bahwa kerja menteri berbeda dengan wali kota.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono juga menilai, blusukan tersebut dikemas berlebihan sehingga terlihat tidak elok di mata publik.

"Jangan lebay aja, dikemas berlebihan norak jadinya. Yang dilakukan Bu Risma termasuk kategori berlebihan," ujar Mujiyono.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tunawisma yang ditemukan oleh Risma di jalanan Ibu Kota merupakan gelandangan musiman.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Ariza, tidak tinggal diam dan sudah melakukan berbagai upaya untuk menghilangkan gelandangan dari Jakarta.

Secara terpisah, Pelaksana Harian Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan para tunawisma di Jakarta umumnya memiliki rumah di kampung halaman masing-masing.

Pemkot Jakarta Pusat telah memulangkan mereka berkali-kali, namun gelandangan terus berdatangan ke Ibu Kota.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Sudah Disebar Meski Belum Ada Izin Darurat, BPOM RI Bongkar Alasannya

Baca juga: BARU TERUNGKAP Inilah Sosok Annisa Hasim Pemeran Catherine Adik Angga Ternyata Mantan Arya Saloka

Editor: Bebet Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved