Dugaan Sementara Sriwijaya Air Tidak Meledak di Udara, Benturan ke Laut jadi Penyebab Pesawat Hancur

Ahli menduga jika hancurnya pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan itu terjadi karena membentur permukaan laut dengan kecepatan yang tinggi. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Pantauan udara dari pesawat angkut sedang CN-295 dalam misi pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di atas perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021) 

Pesawat mengangkut 62 orang, yang terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta - Pontianak itu sempat keluar jalur yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40. Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat.

Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak dan jatuh ke Perairan kepulauan Seribu.

Petugas Basarnas memeriksa benda yang diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB di ketinggian 10 ribu kaki tersebut membawa enam awak dan 56 penumpang.
Petugas Basarnas memeriksa benda yang diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB di ketinggian 10 ribu kaki tersebut membawa enam awak dan 56 penumpang. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Catatan Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air Sejak Tahun 2008 - 2021

Catatan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air sudah terjadi sejak tahun 2008 dari data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Terhitung tahun 2008 pesawat Sriwijaya Air pernah mengalami tiga kali overrun dan tahun 2013 tergelincir di Bandara Minangkabau International.

Terbaru, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB.  

Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut sempat hilang kontak selang 4 menit lepas.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hancur karena membentur permukaan air laut.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pesawat diperkirakan jatuh dalam kedaan utuh dan tidak meledak di udara.

"Iya (pesawat hancur karena benturan di air), bukan karena ledakan di udara," kata Soerjanto saat dihubungi Kompas TV, Minggu (10/1/2021) malam.

Bedasarkan data KNKT, setidaknya terdapat berbagai macam insiden yang tercatat dialami Sriwijaya Air.

Dikutip dari TribunStyle.com artikel 'Tak Hanya Sekali, Sebelumnya Sriwijaya Air Juga Sempat Mengalami Berbagai Macam Insiden Mengenaskan' simak ulasan selengkapnya:

1. Pernah mengalami overrun saat mendarat di berbagai bandara ternama di Indonesia

Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air (Tribunnews)
Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved