Dugaan Sementara Sriwijaya Air Tidak Meledak di Udara, Benturan ke Laut jadi Penyebab Pesawat Hancur

Ahli menduga jika hancurnya pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan itu terjadi karena membentur permukaan laut dengan kecepatan yang tinggi. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Pantauan udara dari pesawat angkut sedang CN-295 dalam misi pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di atas perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021) 

- Insiden pertama terjadi pada 18 April 2008.

Kala itu, Pesawat Sriwijaya Air sempat mengalami overrun saat mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang.

Saat itu jenis pesawat yang dipakai yakni Boeing 737-300, PK–CJC.

Tak ada korban dalam insiden ini.

- Pada tanggal 27 Agustus 2008, maskapai penerbangan yang beroperasi pada 10 November 2003 ini, kembali mengalami overrun saat mendarat Bandara Sultan Thata, Jambi.

Dalam insiden ini terdapat 15 orang luka-luka, 3 di antaranya bukan penumpang karena maskapai menabrak petani.

Pada saat itu pesawat yang digunakan tipe Boeing 737-200, PK–CJG.

- Sementara itu pada tanggal 20 Desember 2011, pesawat Sriwijaya Air kembali mengalami insiden overrun saat mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.

Namun, 137 penumpang saat itu selamat dan tak ada yang mengalami luka.

Selang beberapa hari, pada tanggal 24 Desember 2011, lagi-lagi pesawat Sriwijaya Air kembali mengalami insiden overrun saat mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan.

Pesawat dengan tipe Boeing 737-200, PK-CJD mengangkut 134 penumpang dan tak ada laporan korban luka.

2. Salah mendarat

Pesawat Sriwijaya Air
Pesawat Sriwijaya Air (Tribunnews.com)

- Pada tanggal 13 Oktober 2012, maskapai Sriwijaya Air mengalami insiden salah mendarat atau berbeda bandara.

Kejadian itu terjadi di Tabing Airfield, Padang, Sumatra Barat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved