Dugaan Sementara Sriwijaya Air Tidak Meledak di Udara, Benturan ke Laut jadi Penyebab Pesawat Hancur

Ahli menduga jika hancurnya pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan itu terjadi karena membentur permukaan laut dengan kecepatan yang tinggi. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Pantauan udara dari pesawat angkut sedang CN-295 dalam misi pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di atas perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021) 

Pesawat Sriwijaya Air dari Kota Medan menuju Kota Padang, Sabtu (13/10/2012) sekitar pukul 17.05 WIB, salah mendarat.

Pesawat yang seharusnya mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), malah mendarat di bekas landasan pacu Bandara Tabing yang sudah tidak berfungsi lagi.

- Lalu selanjutnya pada tanggal 27 Januari 2014.

Maskapai Sriwijaya Air dengan tipe Boeing 737-300; PK-CKL juga sempat salah mendarat (taxi way) di Bandara Juanda International, Surabaya.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

3. Tergelincir 

Foto dan pesan terakhir Indah Halima Putri sebelum pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021).
Foto dan pesan terakhir Indah Halima Putri sebelum pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021). (Dok. Keluarga/Tangkapan layar WhatsApp)

- Pada tanggal 27 Maret 2013, insiden kembali terjadi pada maskapai Sriwijaya Air.

Kali ini, insiden yakni tergelincir saat akan terbang di Bandara Minangkabau International, Padang, Sumatera Barat.

Pesawat Sriwijaya Air sj 0021 boeing 737-300 tujuan Padang-Jakarta, tergelincir di ujung runway saat akan take off, Rabu (27/3/2013) malam.

Sebanyak 80 orang penumpang terpaksa dievakuasi keluar pesawat dan penerbangan dibatalkan.  

Tak ada korban dalam insiden ini.

4. Jatuh

Arema FC turut berduka atas tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu
Arema FC turut berduka atas tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu (Arema FC)

Lalu pada baru-baru ini, Sabtu (9/1/2021) untuk pertama kalinya, Sriwijaya Air mengalami insiden pesawat jatuh.

Terdapat 62 orang di dalam pesawat rute Jakarta-Pontianak.

Spekulasi bermunculan di masyarakat terkait kecelakaan  jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Jakarta-Pontianak yang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

Namun, fakta sesungguhnya harus menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) apa penyebab kecelakaan.

Termasuk soal apakah SJ-182 meledak di udara sebelum jatuh.

Spekulasi soal SJ-182 meledak sebelum jatuh karena adanya laporan nelayan yang menjadi saksi mata dipastikan terdengar ledakan dan adanya percikan api di udara.

Tapi laporan saksi mata tidak bisa menjadi acuan fakta kejadian sebuah kecelakaan.

Menurut Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman masih dini untuk menyimpulkan apa yang terjadi sesungguhnya untuk kecelakaan pesawat SJ-182.

Karena masih dibutuhkan data recorder dari black box sehingga gambaran kejadian bisa memberikan kesimpulan yang besar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved