Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Patroli PPKM, Kapolres Malang Temukan Aktivitas 'Sembunyi-Sembunyi' Pemilik Kafe

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum sepenuhnya ditaati oleh beberapa pelaku usaha di Kabupaten Malang.

Polres Malang
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum sepenuhnya ditaati oleh beberapa tempat usaha di Kabupaten Malang. Tampak Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, sedang berdialog dengan pemilik toko saat melakukan patroli PPKM, Senin (11/1/2021) malam. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum sepenuhnya ditaati oleh beberapa pelaku usaha di Kabupaten Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, menemukan tak sedikit kafe yang tidak mematuhi aturan yang ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 itu.

"Kami cek beberapa kafe, beberapa warung kopi di daerah Kepanjen, ada yang masih mencoba menutup-nutupi. Lampunya dimatikan tapi ternyata di dalam masih ada kegiatan," ujar Hendri ketika dikonfirmasi pada Selasa (12/1/2021).

Menurut Hendri, harusnya tempat usaha seperti kafe tidak boleh buka melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

Operasional usaha pada saat PPKM diperbolehkan hanya sampai pukul 19.00 WIB.

Saat menggelar razia di Kecamatan Gondanglegi pada Senin (10/1/2021), Hendri mendapati beberapa alasan dari para pelaku usaha, salah satunya mereka belum memegang surat edaran dari pemerintah.

"Kami mendengar alasan mereka belum pegang surat edaran. Tapi tadi kita sudah share semua kepada seluruh pemilik toko tersebut, surat edaran baik dari Bupati, ataupun SK dari Gubernur. Di sana sudah disampaikan secara jelas bahwa ketetapannya jam 19.00, tutup. Selama pelaksanaan PPKM dua minggu kedepan," beber Hendri.

Pria asal Solok, Sumatera Barat itu mengingatkan konsekuensi hukum apabila tidak mengindahkan aturan PPKM.

"Secara regulasi kami mengacu pada Perbup yang lama. Perbup nomor 2 tahun 2020. Nanti akan kami laksanakan penindakan, misalnya kepada tempat-tempat yang sudah berkali-kali mendapat peringatan tapi tidak mengindahkan, nanti akan kami sampaikan rekomendasi untuk pencabutan izin usahanya, ataupun pemilik kita bawa ke kantor. Kami laksanakan pembinaan di kantor, ataupun sanksi-sanksi yang bisa dikenakan lainnya," tutup Hendri.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved