Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Pasar Tradisional di Kabupaten Malang Tak Lesu Selama PPKM

Disperindag Kabupaten Malang menyatakan kegiatan ekonomi di pasar tidak terpengaruh dengan adanya PPKM.

erwin wicaksono/suryamalang.com
Pedagang ayam di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Memasuki hari ketiga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menyatakan kegiatan ekonomi di pasar tidak terpengaruh.

"Sebagaimana instruksi dari Mendagri (Menteri Dalam Negeri) Nomor 01 Tahun 2021 dan Keputusan Gubernur Nomor 07 Tahun 2021, dijelaskan bahwa pasar termasuk yang tidak terkena pembatasan," terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Agung Purwantoro ketika dikonfirmasi, Rabu (13/1/2021).

Agung menganalisa, apabila pembatasan diterapkan,  bisa jadi akan menimbulkan polemik di kalangan pedagang.

"Kami juga tidak akan melakukan hal tersebut (pembatasan). Pasalnya, nanti malah kami yang dikomplain oleh pedagang," ucap Agung.

Sebagai gantinya, guna meminimalisir penularan Covid-19, Agung menegaskan pihaknya tidak tinggal diam.

Disperindag turut mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat. 

Penyemprotan disinfektan juga digelar secara berkala di berbagai pasar tradisional di Kabupaten Malang.

"Kalau masuk harus cek suhu tubuh, memakai masker dan sebagainya baik pedagang maupun pembeli. Face shield dan masker dalam jumlah besar yakni sebanyak 15 ribu telah kami sebarkan ke seluruh pedagang di Kabupaten Malang," jelasnya.

Di sisi lain, Kabupaten Malang memiliki 34 pasar tradisional dan 16 pasar hewan.

Pada sisi jumlah pedagang terdapat 14.761 pedagang.

"Namun, pedagang aktif ada sekitar 11.362 pedagang yang terdaftar di Disperindag," tutupnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved