Tekno

Ngeri Gaes! Jutaan Data Pribadi Akun Facebook, Instagram & LinkedIn Bocor, Beredar Luas di Internet

Ngeri Gaes! Jutaan Data Pribadi Akun Facebook, Instagram & LinkedIn Bocor, Beredar Luas di Internet

Editor: eko darmoko
IST
Media Sosial 

Dihimpun KompasTekno dari situs Situs Safety Detectives, Jumat (15/1/2021), sebagian data pengguna Instagram yang bocor berasal dari akun milik selebgram, termasuk food blogger, tokoh selebriti, dan influencer lainnya.

Bukan kebocoran yang pertama

Sebagai perusahaan manajemen media sosial, Socialarks sedianya bertugas untuk membangun merek, pemasaran hingga mengelola pelanggan dari perusahaan ataupun pedagang online yang menggunakan jasanya.

Socialarks diketahui menggunakan platform manajemen data (DMP) dalam melakukan pemasaran otomatis untuk berbagai perusahaan di seluruh China.

Mereka menerapkan ini di aplikasi iOS maupun Android dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, tim Safety Detectives mengungkapkan bahwa ternyata basis data yang digunakan Socialarks tidak aman serta bersifat terbuka untuk publik, tanpa dilindungi oleh kata sandi ataupun enksripsi.

Dengan begitu, basis data yang berisi informasi pribadi pengguna tersebut dapat dengan mudah diakses jika seseorang memiliki alamat IP server tersebut.

Kebocoran data terjadi di server Socialarks yang di-hosting oleh Tencent.

Kasus kebocoran data yang dialami Socialarks kali ini bukanlah yang pertama.

Baca juga: Jangan Lakukan Ini di Facebook Jika Tak Ingin Akunmu Hilang, Buntut Kerusuhan Pendukung Donald Trump

Baca juga: Sering Unggah Konten Sesat, Donald Trump Diusir dari Facebook, Instagram, Twitter dan YouTube

Tim Safety Detectives mengungkapkan, perusahaan asal China itu juga pernah mengalami kebocoran data 150 juta akun pengguna dari media sosial yang sama pada Agustus 2020 lalu.

Menurut tim Safety Detectives, pengambilan data (data scraping) oleh perusahaan yang disimpan di basis data, seperti yang dilakukan Socialaraks, sebenarnya tidak berbahaya apabila dilakukan secara legal dan untuk tujuan riset pasar online.

Namun, meskipun data tersebut diperoleh secara legal, perusahaan harus memastikan menyimpan data-data tersebut dengan aman.

Jika tidak, kebocoran data seperti Socialarks dapat terjadi dan bisa merugikan banyak pihak.

Informasi pribadi seperti nomor telepon, alamat email, dan tanggal lahir yang bocor bisa dimanfaatkan oleh penjahat cyber untuk melakukan penipuan bahkan pencurian identitas.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved