Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dosen ITN Malang Minta Konsumen Hati-Hati Beli Rumah di Sepadan Sungai, Perhatikan Jarak Aman

"Harusnya yang di Bunulrejo itu dari sepandan sungai jarak 50-100 meter dari plengsengan baru boleh dibangun rumah."

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
ISTIMEWA
Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang, Dr Ir Agustina Nurul Hidayati MT 

Penulis : Sylvianita Widyawati , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Peristiwa longsornya halaman depan rumah di perumahan Griya Sulfat Inside Bunulrejo menjadi perhatian berbagai kalangan.

Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang, Dr Ir Agustina Nurul Hidayati MT menyatakan agar konsumen atau calon pembeli rumah agar tidak membeli rumah di kawasan sepadan sungai karena rawan.

"Calon konsumen sebelum membeli juga harus punya literasi. Juga perlu kesadaran pengembang. Jangan membangun rumah di lokasi yang berbahaya seperti di sepadan sungai atau menghadap sungai," kata Nurul pada suryamalang.com, Selasa (19/1/2021).

Bukan soal harga rumah jadi perhitungan, tapi bahayanya.

Dikatakan, kadang ada pengembang yang juga bandel atau tipu-tipu. Misalkan di site plan jadi lahan hijau, tapi dibangun beberapa rumah.

Sedang di perizinan mungkin juga percaya site plan tapi tidak ricek lagi.

Dikatakan, karena perkembangan pemukiman di kota pesat, dalam permen PUPR memang boleh membangun lima meter di atas titik tertinggi sungai setelah ada penguatan atau plengsengan.

Namun itu juga jangan memgabaikan kekuatan aliran sungainya.

Sebab meski sudah diplengseng juga bisa tidak kuat jika ada tekanan air dari bawah besar. Kemudian di atas juga ada tekanan.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved