Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Pemkot Batu Tepis Kecemasan Soal Suramnya Kejayaan Apel Batu

Sugeng menjelaskan gagalnya peningkatan produksi panen juga karena petani apel tidak memiliki manajemen pengelolaan lahan yang baik.

Penulis: Benni Indo
Editor: isy
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono 

SURYAMALANG.COM | BATU – Berbeda dengan para petani apel, Kepala Dinas Pertanian Batu, Sugeng Pramono, menegaskan tidak memiliki kecemasan sedikitpun bahwa era kejayaan apel di Kota Batu bakal berakhir.

“Tidak ada kecemasan, karena kami memiliki konsep perbaikan apel. Kedua, kami kerja sama dengan Pemerintah Pusat,” ujar Sugeng saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/1/2021).

Meskipun mengaku tidak cemas, Sugeng menyadari kalau produksi apel di Kota Batu terus turun dari tahun ke tahun.

Apalagi jika dibandingkan dengan 20 tahun ke belakang.

Baca juga: Era Kejayaan Apel Batu Berada di Ujung Tanduk, Kerap Rugi Karena Hama, Petani Sudah Kehabisan Akal

“Kalau awal dulunya bisa 30 ton sampai 40 ton per hektare, sekarang tidak bisa. Paling banyak 10 ton sampai 15 ton. Memang benar mengalami penurunan, karena tidak hanya iklim, tapi juga masalah lahan yang kurang bahan nutrisi,” paparnya.

Dinas Pertanian pernah melakukan penyemprotan masalah yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso di Desa Bumiaji untuk menghalau ‘penyakit’ mata ayam.

Kegiatan tersebut dikatakan oleh Sugeng diikuti oleh seluruh SKPD yang ada di Pemkot Batu.

Namun saat ditanya apakah langkah tersebut berbuah efektif, Sugeng tidak menjelaskan terang benderang hasilnya.

Ia berkilah, mata ayam selalu muncul ketika musim penghujan.

Justru, ia mengatakan kalau sebenarnya petani apel sendiri sudah lebih berpengalaman menghadapi mata ayam dibanding pihaknya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved